facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinkes Kota Malang Ungkap 7.000 Dosis Vaksin Akan Kadaluarsa Februari Depan

Erick Tanjung Kamis, 13 Januari 2022 | 15:36 WIB

Dinkes Kota Malang Ungkap 7.000 Dosis Vaksin Akan Kadaluarsa Februari Depan
Ilustrasi Vaksin Covid-19 [Antara]

"Untuk vaksin aman. Vaksin yang kami berikan kepada warga tidak ada vaksin yang kedaluwarsa," kata Husnul.

SuaraJatim.id - Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang dipergunakan untuk program vaksinasi di wilayah Kota Malang, Jawa Timur dalam kondisi aman dan tidak ada yang kedaluwarsa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan saat ini vaksin yang dimiliki Dinkes dalam kondisi aman dan tidak ada vaksin kedaluwarsa yang diberikan kepada masyarakat.

"Untuk vaksin aman. Vaksin yang kami berikan kepada warga tidak ada vaksin yang kedaluwarsa," kata Husnul di Kota Malang, Kamis (13/1/2022).

Husnul menjelaskan saat ini ada 70 ribu dosis vaksin berbagai jenis yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dan dipergunakan untuk vaksinasi warga. Dari total 70 ribu dosis vaksin tersebut, ada 7.000 vaksin yang akan kedaluwarsa pada Februari 2022.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Kunjungan, Payung Asistennya Bikin Salfok Warganet

Menurut Husnul, dalam langkah percepatan vaksinasi di Kota Malang, 7.000 dosis vaksin tersebut yang akan dipergunakan terlebih dahulu, mengingat masa kedaluwarsa yang sudah dekat.

"Untuk yang paling dekat kedaluwarsanya, pada Februari 2022. Itu ada 7.000 dosis. Yang mendekati kedaluwarsa akan dipakai dahulu," ujarnya.

Pemerintah pusat menyatakan akan memprioritaskan vaksin yang mendekati masa kedaluwarsa untuk dipergunakan dalam rangkaian percepatan vaksinasi dan pemberian vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyatakan bahwa stok vaksin Covid-19 dosis ketiga yang dimiliki pemerintah dalam jumlah yang cukup dan tidak ada yang kedaluwarsa. Vaksin yang mendekati tanggal kedaluwarsa akan diprioritaskan untuk dipergunakan.

Ia menambahkan jumlah persediaan vaksin yang dimiliki Indonesia memang cukup besar. Menteri kesehatan sudah melaporkan hal itu kepada Presiden Joko Widodo, dan segera dilakukan langkah percepatan agar tidak ada vaksin yang kedaluwarsa.

Baca Juga: Kasus Penikahan Dini di Ponorogo Juga Melejit, Mayoritas Karena Hamil Duluan

"Ada sejumlah vaksin yang expired tanggal sekian. Nah itu akan diprioritaskan," katanya. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait