facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Panas! Tentara Nasional Tembak Mati 5 Penjaga Keamanan Pabrik Militer Tanpa Alasan Jelas di Ukraina

Muhammad Taufiq Kamis, 27 Januari 2022 | 15:54 WIB

Panas! Tentara Nasional Tembak Mati 5 Penjaga Keamanan Pabrik Militer Tanpa Alasan Jelas di Ukraina
Ilustrasi tentara Ukraina (ANTARA/Reyuters/Anna Kudriavtseva/as)

Kasus penembakan yang dilakukan seorang tentara keamanan nasional Ukraina hingga menyebabkan lima orang mati tengah menjadi sorotan negara tersebut.

SuaraJatim.id - Kasus penembakan yang dilakukan seorang tentara keamanan nasional Ukraina hingga menyebabkan lima orang mati tengah menjadi sorotan negara tersebut.

Sampai sekarang belum diketahui motof penembakan tentara tersebut kepada penjaga keamanan pabrik militer di Ukraina tersebut. Dalam peristiwa itu, salah satu dari korban merupakan seorang perempuan.

Dalam insiden tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia dan lima orang lagi mengalami luka-luka. Pelaku juga melarikan diri, Kamis (27/01/2022).

Insiden itu terjadi pada Kamis (27/1) di Dnipro di pabrik rudal di Pivdenmash selama penyerahan senjata kepada para penjaga, kata polisi dalam keterangannya.

Baca Juga: AS Ungkap Rusia Bisa Saja Serang Ukraina Pertengahan Februari Ini

Polisi mengatakan empat prajurit dan satu wanita sipil termasuk di antara para korban.

Polisi tengah mencari tentara yang kabur. Berdasarkan keterangan polisi, ia memiliki senapan Kalashnikov dan 200 peluru di tangannya.

"Pertama, investigasi akan menghadapi pertanyaan - apa motif melakukan kejahatan yang demikian keji?" kata Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Anton Geraschchenko melalui Facebook.

Pertama, pertanyaan apakah prajurit itu menghadapi tekanan psikologis dalam tim itu- akan dipelajari," ujarnya melanjutkan.

Dia mengatakan para penyelidik akan menginvestigasi bagaimana tentara itu, Artem Ryabchuk, lulus dari komisi pemeriksaan medis yang membolehkannya mengakses senjata.

Baca Juga: Kondisi Memburuk, Amerika Serikat Desak Warganya Tinggalkan Ukraina

"Bagaimanapun, ia akan menanggung hukuman paling berat untuk pembunuhan massa," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait