MUI Jatim Telisik Ritual di Payangan Jember yang Menewaskan 11 Anggota Tunggal Jati Nusantara

Wakil Ketua MUI Jatim Abdul Halim Subahar mengatakan, pihaknnya akan mengirim tim untuk mengkaji kegiatan ritual tersebut.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Senin, 14 Februari 2022 | 12:40 WIB
MUI Jatim Telisik Ritual di Payangan Jember yang Menewaskan 11 Anggota Tunggal Jati Nusantara
Jemaah ritual di Pantai Payangan, Pantai Selatan Jember, Jawa Timur tewas terseret ombak, Minggu (13/2/2022). [Suarajatimpost.com]

SuaraJatim.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) menyoroti insiden ritual yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan, Kabupaten Jember, Minggu (13/2/2022).

Wakil Ketua MUI Jatim Abdul Halim Subahar mengatakan, pihaknnya akan mengirim tim untuk mengkaji kegiatan ritual tersebut.

"MUI Provinsi segera mengirim tim untuk melakukan kajian komprehensif dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait, agar hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," katanya mengutip dari beritajatim.com jejaring Suara.com, Senin (14/2/2022).

MUI, lanjut dia, penting untuk menjernihkan peristiwa tersebut agar tidak ada pemahaman yang keliru.

Baca Juga:Polisi Usut Ritual di Pantai Payangan Jember yang Menewaskan 11 Orang

“Kami ingin masyarakat tidak terkecoh (terhadap aliran keagamaan tersebut),” kata Halim.

Halim menegaskan, ritual keagamaan tidak boleh membahayakan jiwa umatnya.

“Ritual keagamaan kalau mengancam keselamatan jiwa pasti ritual yang salah. Agama sangat menganjurkan kita agar menjaga keselamatan jiwa,” katanya.

Halim mengatakan, ada lima hal yang harus dijaga, yakni keselamatan jiwa, agama, akal, keturunan, dan harta.

“Ini termasuk tujuan syariah (maqashidus syariah) agar tercipta kemashlahatan dalam kehidupan bersama,” katanya.

Baca Juga:Pasutri Jember Tewas Akibat Insiden Ritual Pantai Payangan, Lima Anak Jadi Yatim Piatu

Menurut Halim, masyarakat harus terhindar dari paham dan ritual keagamaan yang mengancam keselamatan jiwa.

“Ini sudah banyak korban. Pihak berwajib dan MUI harus pro aktif menelusuri,” katanya.

Seperti diberitakan, 11 orang meninggal dunia terserat arus laut selatan di Pantai Payangan, Minggu (13/2/2022) dini hari. Mereka adalah rombongan kelompok Tunggal Jati Nusantara yang terdiri 24 orang. Mayoritas warga Jember dari Kecamatan Panti, Patrang, Sukorambi, Sumbersari, Ajung dan Jenggawah.

Mereka berangkat menuju Pantai Payangan dengan naik bus mini Elf, Sabtu (12/2/2022) jam sebelas malam. Tujuannya hendak menjalankan ritual bersama.

“Ritual itu untuk ketenangan diri. Mereka berendam di pinggir pantai lalu ada ombak besar, terseret,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ambulu Ajun Komisaris Makruf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak