facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Korea Utara Terserang Covid-19 untuk Pertama Kali, Terindikasi Kasus Omicron di Pyongyang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 13 Mei 2022 | 07:00 WIB

Korea Utara Terserang Covid-19 untuk Pertama Kali, Terindikasi Kasus Omicron di Pyongyang
Ilustrasi Covid-19 di Korea Utara. [Antara]

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un langsung menyerukan penguncian nasional (lockdown).

SuaraJatim.id - Korea Utara mengkonfirmasi kasus pertama kali Covid-19 di wilayahnya. Virus ini terindikasi varian Omicron.

Kantor Berita Pusat Korea atau KCNA mengabarkan, bahwa otoritas Korea Utara telah mendeteksi setelah mengumpulkan sample dari sekelompok pasien di ibu kota pada hari Minggu. Terindikasi pasien bersangkutan terpapar subvarian dari virus corona versi Omicron yang sangat menular, yang dikenal sebagai BA.2 itu.

Bahkan KCNA langsung menyebutnya. sebagai 'insiden darurat nasional paling parah'.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un langsung menyerukan penguncian nasional (lockdown) untuk mengatasi virus 'berbahaya' setelah sub-varian BA.2 terdeteksi di Pyongyang.

Baca Juga: Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, Korea Utara Perintahkan Lockdown Total

Begitu terkonfirmasi wabah Covid-19 pertamanya, Korea Utara meningkatkan kekhawatirannya akan bencana kemanusiaan di satu-satunya negara yang tidak divaksinasi di dunia saat negara itu melakukan penguncian nasional.

Namun Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah tidak memerinci jumlah kasus yang dikonfirmasi itu.

Pertemuan Politbiro diadakan sebagai tanggapan atas "darurat paling kritis", di mana pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan penguncian di semua kota dan kabupaten, mengarahkan bisnis dan fasilitas produksi untuk beroperasi dalam isolasi untuk sepenuhnya memblokir penyebaran 'virus jahat'.

Dia mengatakan, partai dan pemerintah akan memobilisasi pasokan medis yang telah ditimbun untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti itu, lapor media pemerintah. Dia juga memerintahkan pertahanan perbatasan, laut dan udara untuk diperkuat.

Lebih berbahaya daripada virus, Kim menuduh, adalah 'ketakutan yang tidak ilmiah, kurangnya iman dan kemauan yang lemah'.

Baca Juga: Dianggap Racun, Korea Utara Tangkap Pemuda yang Pakai Jeans Ketat dan yang Mewarnai Rambut

Dia menambahkan bahwa negara akan memenangkan 'situasi mendadak saat ini' mengingat kemampuannya yang kuat untuk mengatur dan memuji kesadaran rakyat 'disemen selama kampanye pencegahan epidemi darurat yang berkepanjangan'.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait