facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Beredar Video 'Dunia Persapian' Sedang Tidak Baik-baik Saja di Ponorogo, Warnaget Pertanyakan Vaksin Pemerintah

Muhammad Taufiq Sabtu, 18 Juni 2022 | 19:41 WIB

Beredar Video 'Dunia Persapian' Sedang Tidak Baik-baik Saja di Ponorogo, Warnaget Pertanyakan Vaksin Pemerintah
Beredar warga Ponorogo kuburkan sapi gegara PMK [Foto: Tangkapan layar Instagram]

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur belum mereda. Baru-baru ini viral sebuah video warga bergotong-royong mengubur sapi mati akibat penyakit t

SuaraJatim.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur belum mereda. Baru-baru ini viral sebuah video warga bergotong-royong mengubur sapi mati akibat penyakit tersebut.

Dalam video itu nampak puluhan warga mengangkut sapi perah kemudian menguburya secara beramai-ramai. Video ini diunggah beberapa jam lalu oleh akun Instagram @ponorogo.update. Narasi dalam video itu dijelaskan kalau 50 persen populasi sapi terjangkit PMK.

Selain itu, mengutip pemberitaan media online, disebutkan kalau ada ribuan sapi terserang virus PMK dengan kematian lebih dari 100 sapi gara-gara wabah tersebut.

Sebelumnya, serangan PMK terhadap separuh lebih dari populasi sapi di Ponorogo membuktikan kalau penyebaran penyakit tersebut sangat cepat dimana dalam interval waktu tidak kurang dari sepuluh hari ratusan ekor sapi terserang.

Baca Juga: Meski ada Penutupan Pasar Hewan, Pasokan Daging Sapi di Kudus Masih Lancar

Erwan Santoso Kepala Desa Krisik Kecamatan Pudak Ponorogo menyatakan awal serangan hanya sebanyak 11 ekor saja. Tapi kini ada 500 ekor sapi yang terpapar dari populasi sekitar 1200 ekor.

"Dari jumlah sapi yang kena PMK sudah 25 ekor sapi yang mati," kata Erwan Santoso dikutip dari TIMESIndonesia.co.id jejaring media suara.com, Rabu (15/6/2022).

Menurutnya berbagai upaya telah dilakukan termasuk lockdown wilayah hingga pemberian obat-obatan.

"Yang jadi kendala pemberian obat-obatan terlambat dari pemerintah karena tidak ada stok. Dan para peternak akhirnya urunan untuk membeli obat-obatan," ulas Erwan Santoso.

Unggahan video puluhan warga bergotong-royong mengubur sapi tersebut menuai komentar dari warganet setempat. Mereka menyampaikan keprihatinannya terhadap wabah tersebut.

"Ya allah pdahal sebentar lagi idul adha harusnya bisa dijual," tulis akun @aldina****

Baca Juga: Wabah PMK Meluas, 293 Hewan Ternak di Kabupaten Tangerang Diduga Tertular

"Semga lekas membaik," tulis akun @asaku****

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait