Wabah PMK Terus Meluas di Lamongan, 75 Persen Populasi Sapi Suspek di 25 Kecamatan

Lamongan menjadi salah satu daerah yang penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum terbendung sampai sekarang.

Muhammad Taufiq
Rabu, 22 Juni 2022 | 19:56 WIB
Wabah PMK Terus Meluas di Lamongan, 75 Persen Populasi Sapi Suspek di 25 Kecamatan
Ilustrasi ternak sapi (Antara/Aloysius Jarot Nugroho).

SuaraJatim.id - Lamongan menjadi salah satu daerah yang penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum terbendung sampai sekarang.

Data terakhir, 75,86 persen dari total populasi sapi atau setara 2.496 sapi para peternak telah tertular penyakit tersebut.

Data ini merupakan laporan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewas (Disnakeswan) setempat. Dinas menyebut, total populasi sapi di Lamongan mencapai 3.334 ekor. Dari jumlah itu, 2.496 sapi telah tertular.

Dinas setempat telah berupaya mengantisipasinya, namun kenyataannya wabah terus meluas. Demikian disampaikan Medical Veterinary Disnakeswan Lamongan, Rahendra kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga:Ketakutan, Peternak Sebut Wabah PMK Sebagai Covid-19 Pada Hewan

“Ya, PMK sekarang sudah meluas di 25 kecamatan. Yang tertinggal hanya 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Deket dan Karangbinangun,” katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (22/06/2022).

Berdasarkan data update terakhir, Rahendra menyebut, dari 3.334 ekor populasi sapi, 2.496 ekor di antaranya telah tertular PMK atau 74,86 persen.

Sedangkan sapi yang sembuh ada 569 ekor, yang mati ada 19 ekor, yang dijual oleh peternak ada 63 ekor, yang dipotong paksa ada 26 ekor, dan yang masih sakit ada 1.819 ekor.

“Untuk ternak kambing, ada 30 ekor kambing yang tertular PMK, di antaranya 21 ekor dinyatakan sembuh, 2 ekor mati, dan hanya 7 yang masih sakit," katanya.

"Ternak kambing yang tertular itu ada di 5 kecamatan meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sugio, Glagah, dan Karanggeneng,” terangnya

Baca Juga:Para Peternak di Desa Ponorogo Ini Makin Gelisah, Sapi yang Mati Terus Bertambang Tiap Hari

Melihat kenyataan ini, Rahendra berharap dua kecamatan yang masih belum terserang PMK ini agar tetap bisa dipertahankan. Ia juga mengimbau kepada para peternak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga ternaknya agar tak sembarangan keluar masuk daerah.

“Disnakeswan juga tidak akan mengeluarkan surat keterangan bagi mereka yang hendak membawa sapi keluar. Kebersihan kandang juga perlu dijaga," ujarnya.

"Penyemprotan disinfektan untuk dua hari sekali, pemberian vitamin dan obat untuk sapi atau kambing yang terjangkit PMK harus terus dilakukan,” katanya menegaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak