facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jadi Kandidat Kuat Calon Gubernur DKI, Risma Bilang Enggak Pernah Membayangkan..

Muhammad Taufiq Rabu, 22 Juni 2022 | 20:31 WIB

Jadi Kandidat Kuat Calon Gubernur DKI, Risma Bilang Enggak Pernah Membayangkan..
Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini atau Risma mengisi materi Rakernas PDIP hari kedua. (dok. PDIP)

Dalam sejumlah survei, nama Menteri Sosial Tri Rismaharini masuk dalam daftar kandidat calon gubernur DKI Jakarta.

SuaraJatim.id - Dalam sejumlah survei, nama Menteri Sosial Tri Rismaharini masuk dalam daftar kandidat calon gubernur DKI Jakarta.

Misalnya survei dari Jakarta Research Center (JRC), kemudian Nusantara Strategic Network (NSN) dan sejumlah survei lain.

Risma masih berada di atas bersama sejumlah nama yang juga disebut-sebut lajak menjadi kandidat kuat calon gubernur DKI Jakarta, misalnya Ridwan Kamil dan Erick Thohir.

Terkait hal ini, Risma yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengaku tak pernah memikirkan jabatan. Dia tak pernah membayangkan bakal duduk di kursi DKI 1.

Baca Juga: Tri Rismaharini Pernah Tolak Tawaran Jadi Menteri Sampai Empat Kali

“Saya sekali lagi, saya enggak pernah membayangkan jadi apa saya, karena bagi saya jabatan itu enggak bisa diminta,” kata Risma seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (22/06/2022).

Dia bercerita pada periode pertama dan kedua menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, dia tidak pernah punya bayangan. Bahkan saat duduk sebagai Mensos.

“Bahkan kemarin sama (jabatan) menteri pun, saya enggak tahu, karena enggak dikasih tahu juga,” kata Risma.

Dia pun mengaku pernah menolak tawaran Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk menduduki jabatan Mensos. Penolakan itu sampai dia lakukan empat kali.

Pun ketika Presiden Joko Widodo meminta sendiri kepada Risma untuk jadi Mensos. Risma pun kembali menolak namun dia sampaikan kepada Megawati.

Baca Juga: Bukan Cuma Menang, Risma Ungkap PDI Perjuangan Punya Target Lain di Pemilu 2024

“Menteri itu sudah empat kali saya menolak ke Ibu, kemudian pak Jokowi saya matur Ibu (Megawati), ‘Bu saya enggak mau jadi menteri’, bahkan yang kedua dan terakhir Pak Jokowi, kedua, saya posisi di Jerman, ‘Ndak Bu’. Kemudian pak Jokowi di Surabaya, saya ‘Ndak, Pak’,” kata Risma.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait