facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelombang Tinggi, 500 Nelayan Banyuwangi Berhenti Melaut

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 01 Juli 2022 | 07:30 WIB

Gelombang Tinggi, 500 Nelayan Banyuwangi Berhenti Melaut
Sejumlah perahu nelayan bersandar di Pantai Muncar, Banyuwangi.[Suara.com/Achmad Hafid Nurhabibi]

Prakirawan BMKG Banyuwangi Anjar Triono Hadi memprediksi gelombang tinggi di pantai selatan Jawa akan tetap terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

SuaraJatim.id - Sebanyak 500 nelayan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi berhenti melaut. Fenomena ini dipicu tinggi gelombang laut Selatan Jawa yang rata-rata mencapai empat meter.

"Sudah kisaran lima hari ini banyak nelayan tidak melaut, karena gelombang yang cukup tinggi," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi Hasan Basri, Kamis (30/6/2022).

Para nelayan khawatir jika tetap nekat melaut beresiko. Terlebih sejumlah perahu nelayan juga rusak dihantam angin. Mereka kini fokus memperbaiki kerusakan perahu, namun sebagian juga hanya menyandarkan perahu.

"Para nelayan tidak beraktivitas apa-apa. Yang punya kapal sambil memperbaiki kapalnya, memperbaiki jaringnya persiapan kalau nanti cuaca sudah enak baru kerja," ujar Hasan.

Baca Juga: Terlapor Kasus Pencabulan Santri di Banyuwangi Diduga Kabur, Pihak Pesantren Tak Tahu Menahu

Sembari menunggu kondisi perairan pantai selatan Jawa, para nelayan juga terus berkoordinasi dengan BMKG, agar setiap perkembangan gelombang dapat diketahui.

"Kita terus melakukan koordinasi dengan BMKG Banyuwangi, untengetahui kondisi ombak di tengah laut dan diperkirakan kapan cuaca buruk ini reda dan kembali normal," ungkap Hasan.

Tinggi gelombang akibat angin kencang ini terjadi dalam 10 hari terakhir. Akibatnya, sejumlah perahu nelayan rusak. 

Sementara itu, Prakirawan BMKG Banyuwangi Anjar Triono Hadi memprediksi gelombang tinggi di pantai selatan Jawa akan tetap terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

"Tingginya gelombang ini disebabkan pola angin dominan bergerak  dari tenggara ke selatan dengan kecepatan angin maksimum 15 knot," cetus Anjar.

Baca Juga: Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Banyuwangi Memprihatinkan, PR Besar Pemkab

Menurut Anjar, dalam beberapa waktu terakhir para nelayan lebih baik untuk tidak melaut hingga cuaca kembali membaik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait