“Mereka lari ke arah Jalan HR Muhammad atau arah ke Underpass. Tapi saat kabur mereka ambil jalur kanan, saya mengiranya mereka lari ke kawasan Dukuh Kupang,” ungkapnya.
Ketiga pelaku diperkirakan masih berusia remaja. Mereka berboncengan tiga orang dalam satu motor, dan tidak ada yang memakai helm.
Mereka juga memakai masker. Sehingga membuat Arief kesulitan mengidentifikasi raut wajahnya ketiga orang remaja komplotan begal bersenjata sajam itu.
“Perkiraan masih remaja, ya anak anak, sekitar umur segitu. Dari ciri fisiknya, mereka enggak lebih tinggi dari saya,” jelas Arief.
Baca Juga:Westlife Akan Gelar Konser di Surabaya, Catat Tanggal dan Harga Tiketnya
Akibat insiden tersebut, Arief yang berprofesi sebagai ojol sejak tahun 2019 itu, terpaksa berhenti ‘on bid’ selama waktu yang tidak ditentukan. Ia pun harus rela kehilangan, Honda Genio DK 5731 FBK.
Selain kehilangan motor, ia juga kehilangan dompet yang berisi KTP, SIM, STNK, ATM, uang tunai dengan total kerugian 16 juta.
Sementara itu, Kapolsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya, Kompol Agung Widiyoko mengatakan korban sudah membuat laporan setelah mengalami kejadian tersebut.
Kasus tersebut, masih terus dilakukan penyelidikan. Termasuk memeriksa sejumlah saksi, dan menghimpun sejumlah alat bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian.
“Korban warga Kapasan, namanya Arief. Korban langsung ke polsek buat laporan jam 5-an. Korban gak ada luka,” ujar Kompol Agung.
Baca Juga:Masyarakat di Pesisir Surabaya Diimbau Waspadai Banjir Rob