facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir Bandang Menyapu Perahu Nelayan di Paciran Lamongan, Tiga Perahu Hancur

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 06 Juli 2022 | 14:37 WIB

Banjir Bandang Menyapu Perahu Nelayan di Paciran Lamongan, Tiga Perahu Hancur
Banjir di Lamongan. [Beritajatim.com]

Banjir bandang melanda Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Banjir dipicu luapan sungai Kali Gayaran.

SuaraJatim.id - Banjir bandang melanda Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Banjir dipicu luapan sungai Kali Gayaran.

Meluapnya sungai tersebut diduga akibat lonjakan debit air pasca hujan lebat, pada Selasa (5/7/2022) malam.

“Terjadi banjir hebat karena hujan semalaman, hingga membuat perahu-perahu nelayan tradisional di Desa Paciran yang ada di Kali Gayaran luluh lantak disapu banjir karena kali tak sanggup menampung air bah tersebut,” ujar Ketua Blok Ngasinan Paciran, Kholidin mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Rabu (6/7/2022).

Sedikitnya ada tiga perahu yang hancur, masing-masing perahu milik Suwandi, Hardi dan Amirin.

Baca Juga: Kali Gayaran Luber Hingga Membanjiri Wilayah Utara Kabupaten Lamongan

“Ada tiga yang hancur. Lalu ada enam perahu yang rusak berat serta puluhan perahu yang mengalami kerusakan ringan akibat saling tabrak antar perahu yang sedang di parkir di Kali Gayaran,” sebutnya.

Melihat kenyataan tersebut, Ketua Rukun Nelayan (RN) Paciran, Muchlisin Amar mengatakan bahwa musibah ini menjadi mimpi buruk bagi para nelayan di Paciran. Bahkan, ia mengaku, sebelumnya telah mengingatkan kepada Pemerintah Daerah dan DPR akan potensi terjadinya musibah tersebut.

“Kami sudah lama memperingatkan kepada Pemerintah dan DPRD tentang adanya pendangkalan kali di sepanjang Pantura Lamongan tersebut, termasuk Kali Gayaran, Desa Paciran, Lamongan,” ungkap Pria yang juga Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Lamongan ini.

Oleh sebab itu, Muchlisin menuturkan, Pemerintah agar segera cepat tanggap menangani persoalan ini. Apalagi, selama dua tahun terakhir ini kawasan Pantura Lamongan juga kerap mengalami peningkatan rob yang menggenangi pemukiman warga dan lingkungan pondok pesantren.

“Jelas ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat dan dunia pendidikan pondok pesantren akibat musibah ini, baik saat banjir bandang maupun saat air rob. Belum lagi saat air laut sedang pasang, banyak nelayan yang kelimpungan,” terangnya.

Baca Juga: Awalnya Ketawa-tawa Usai Tutup Plat Motor dengan Bra dan Celana Dalam, Emak-emak di Lamongan Lemes di Depan Polisi

Lebih lanjut, Muchlisin memohon kepada Pemerintah dan DPRD agar segera memberikan bentuan sosial kepada nelayan yang mengalami musibah tersebut. Dengan begitu, setidaknya hal ini akan meringankan beban mereka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait