Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Balap Liar di Mojokerto Makan Korban, Dua Joki Terkapar

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 19 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Balap Liar di Mojokerto Makan Korban, Dua Joki Terkapar
Ilustrasi kecelakaan motor akibat balap liar di Mojokerto. [Istimewa]

Dua orang joki balap liar kritis usai terlibat kecelakaan. Keduanya terluka parah dan tengah menjalani perawatan medis di RSI Sakinah Kabupaten Mojokerto.

SuaraJatim.id - Dua orang joki balap liar kritis usai terlibat kecelakaan. Keduanya terluka parah dan tengah menjalani perawatan medis di RSI Sakinah Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun, dua pemuda apes itu yakni Muhammad Fareza (19) dan Muhammad Saiful (16). Mereka merupakan warga Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Salah seorang warga Poniman mengungkapkan, kecelakaan itu bermula saat kedua joki beradu motor di Jalanan Desa Watukenongo, Kecamatan Pungging. Reza mengendarai sepeda motor Satria FU sedangkan Saiful menunggangi motor Honda GL Max.

"Mereka sama-sama dari arah barat saat balapan itu, kemudian dipotong sama yang naik Satria itu dan langsung terjadi tabrakan," kata Poniman (47), saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Pengemudi Ojek Online Terpental Ditabrak Mobil di Jalan Raya Parung Bogor

Benturan keras pun tak terhindarkan, lantaran kedua sepeda motor itu melaju dengan kecepatan tinggi. Tak pelak, kedua joki balap liar itu mengalami luka yang cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

"Kepala bagian belakang bocor, terus yang satunya mukanya separuh luka berat, tangan dan kaki sepertinya patah," ungkap Poniman.

Menurut Poniman, jalanan penghubung antar desa di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini memang kerap menjadi ajang balap liar oleh para pemuda. Meski lebar jalan tak terlalu besar.

"Tiap sore sering dijadikan tempat mencoba sepeda motor (balap liar). Kalau sore ramai di sini, mereka pada nongkrong gitu," ucap Poniman.

Padahal, warga sekitar sudah berkali-kali membubarkan ajang balap liar di jalan desa itu. Lantaran terganggu dengan aktivitas balap liar yang dilakukan para pemuda tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Raya Puncak, 4 Pengendara dan Penumpang Motor Meninggal Dunia

"Warga terganggu, karena mereka sering menutup jalan. Pernah diusir-usir sama warga tapi tetap tidak kapok," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait