Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Erdogan Siap Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Ajak Kedua Pemimpin Bernegosiasi di Turki

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 20 Agustus 2022 | 07:15 WIB

Presiden Erdogan Siap Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Ajak Kedua Pemimpin Bernegosiasi di Turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendesak Taliban untuk menghentikan pendudukan atas Afghanistan. Foto: Erdogan berpidato di depan parlemen Turki pada 30 Juni 2021. [AFP/Adem Altan]

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan siap membantu upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

SuaraJatim.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan siap membantu upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Bahkan, siap mengundang pemimpin kedua negara tersebut untuk bertemu di Turki.

“Saya menyatakan bahwa kami akan terus berkontribusi pada penyelesaian perang melalui diplomasi dan negosiasi," kata Erdogan kepada wartawan di pesawat kepresidenan setelah satu hari kunjungan kerja ke Ukraina pada Kamis (18/8).

Erdogan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berkumpul di Kota Lviv, Ukraina

Pertemuan tersebut untuk membahas langkah-langkah untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia melalui cara-cara diplomatik dan mempertahankan mekanisme yang baru-baru ini dibentuk untuk ekspor gandum Ukraina ke pasar dunia.

Baca Juga: Rusia Jadi Peringkat 3 Negara Pengguna Yuan Terbesar Buntut Sanksi Eropa

Erdogan mengatakan Turki, Ukraina, dan PBB membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk ekspor gandum Ukraina, dan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab guna menghidupkan kembali proses diplomatik.

Sebelumnya pada 22 Juli 2022, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani kesepakatan di Istanbul, Turki, untuk membuka kembali tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam. .

Pembukaan pelabuhan itu ditujukan untuk melanjutkan ekspor yang sempat terhenti akibat perang yang sejauh ini telah berlangsung selama enam bulan.

Erdogan mengatakan dia telah bertemu secara terpisah dengan Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak perang dimulai.

Dia mengatakan bahwa Turki akan membawa isu tersebut ke Majelis Umum PBB pada September mendatang.

Baca Juga: Rusia Serang Wilayah Kharkiv Ukraina, Apartemen Hancur dan Menewaskan Enam Warga Sipil

"Pesan yang ingin disampaikan di sana sangat-sangat berarti. Pesan yang akan kita dan negara lain berikan di sana, sangat penting," ujar Erdogan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait