Elektabilitas PDIP Tertinggi, Masih Terpengaruh Efek Jokowi?

Efek Jokowi masih kuat mengatrol elektabilitas PDIP sampai saat ini. Kebijalan krusial yang diambil Jokowi biasanya diikuti persepsi positif pada partai berlambang kepala bant

Muhammad Taufiq
Rabu, 02 November 2022 | 08:10 WIB
Elektabilitas PDIP Tertinggi, Masih Terpengaruh Efek Jokowi?
Ilustrasi partai politik (Antara)

Survei ini dilakukan pada tanggal 11-20 September 2022 dengan melibatkan 1.200 responden. Metodologi sampling yang digunakan yakni multistage random sampling.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Survei ini memiliki tingkat margin of error sebesar 2,9 persen.

Awal Oktober 2022 lalu, Indikator Politik Indonesia juga merilis hasil surveinya. Hasilnya mirip, elektabilitas PDIP juga tertinggi dibanding partai-partai kontestan Pemilu 2019 lalu.

Dalam siaran persnya, waktu itu Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan elektabilitas PDIP tertinggi setelah kenaikan harga BBM karena approval rating terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai pulih.

Baca Juga:Dewan Kolonel PDIP Johan Budi Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua BURT DPR RI

"PDIP paling diuntungkan kalau approval presiden mengalami recover," katanya waktu itu.

Dari data terakhir, elektabilitas PDIP berada di angka 26 persen, turun dibandingkan Agustus (26,6 persen), tapi masih lebih tinggi ketimbang Juni (24,5). Sedangkan, Jokowi mengumumkan kenaikan BBM pada 3 Juli 2022.

Pada 18 September lalu, Indikator Politik juga merilis bagaimana approval rating Jokowi sebenarnya anjlok sampai 10 persen akibat menaikkan harga BBM.

Akan tetapi, Burhanuddin menilai Jokowi pintar mengambil momen. "Presiden cerdik melakukan kebijakan yang tak populer saat approval rating sedang tinggi," kata Burhanuddin.

Baca Juga:PDIP Soroti 5 Tahun Kepemimpinan Anies di Jakarta: Dari 23 Janji Kampanye Cuma 5 yang Layak Diapresiasi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini