Jelang KLB Pilihan Ketum PSSI, La Nyalla Menjamu 8 Voters Makan Bareng di Surabaya

Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), salah satu bakal calon Ketua Umum, La Nyalla Mahmud Mattalitti duduk bersama dengan 8 voters.

Muhammad Taufiq
Selasa, 24 Januari 2023 | 08:15 WIB
Jelang KLB Pilihan Ketum PSSI, La Nyalla Menjamu 8 Voters Makan Bareng di Surabaya
La Nyalla Matalitti calon Ketum PSSI [SuaraJatim/Dimas Angga]

SuaraJatim.id - Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), salah satu bakal calon Ketua Umum, La Nyalla Mahmud Mattalitti duduk bersama dengan 8 voters yang ada di Jawa Timur.

Dari pantauan SuaraJatim.id, La Nyalla dengan delapan voter dari Jatim tersebut, membahas sepak bola Tanah Air bisa tumbuh mandiri dan berkembang.

Perwakilan 8 voters yang hadir di acara tersebut adalah perwakilan Persik Kediri, Persebaya, Madura United, Persela Lamongan, Gresik United, Deltras Sidoarjo, PDS, dan Asprov PSSI Jatim.

"Saya memastikan industri sepak bola harus tumbuh mandiri dan fair. Tidak boleh ada kartel di sepak bola Indonesia yang milik rakyat ini. Saya ingin klub-klub di Indonesia tumbuh, industri (sepak bola) ini tumbuh, bukan klub yang sekarat, kejar-kejaran dengan harga pemain. Isinya harus anak negeri kita yang main, anak-anak bangsa kita," ujar La Nyalla, kemarin (22/1/2023) Minggu.

Baca Juga:Singgung Mafia Bola, La Nyalla Mattalitti Inginkan Sepakbola Indonesia Mandiri dan Berkembang

Diskusi yang diadakan di salah satu resto tersebut berlangsung tertutup dari pihak media, dan berlangsung singkat, yakni sekitar 2 jam.

Saat ditelisik lebih jauh, ternyata diskusi tersebut juga menyangkut pemberantasan mafia sepak bola Indonesia, dan membawa Indonesia lebih berprestasi jika nanti terpilih menjadi Ketum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang rencananya digelar 16 Februari 2023. Ia menyebut, mafia bola merupakan penghalang kemajuan sepak bola.

"Yang jelas, tidak ada tempat sedikitpun bagi mafia bola, kita berantas mereka semua. Itu sudah saya buktikan. Karena, Indonesia yang pemenang, industri sepak bola-nya akan tumbuh," jelas La Nyalla pada awak media.

Sementara itu, salah satu voters, Direktur Utama Madura United Zia Ulhaq mengatakan jika dalam pertemuan ini, La Nyalla pun membahas akan reformasi sepak bola di tubuh PSSI Pusat. Dalam artian, federasi punya statuta seharusnya dalam sebuah kongres tidak ada bentuk paketan wajah lama.

"Pertemuan hari ini cukup enak dan dinamis, kita berbicara satu dua hal, beliau ingin melakukan reformasi di tubuh PSSI dimana kepengurusan ini harus orang-orang baru, jangan ada paketan, seakan-akan orang lama ini memiliki federasi ini, tidak mau mundur. Organisasi tidak boleh seperti itu, karena PSSI juga memiliki statuta yang harus dimengerti," ungkap Zia Ulhaq.

Baca Juga:Maju Jadi Calon Ketum PSSI Periode 2023-2027, La Nyalla Mattalitti Singgung Mafia Bola

Zia menambahkan, Ketua DPD RI ini bukanlah orang baru di sepak bola Indonesia, ia sudah pernah mengalami pahit getirnya sepak bola, bahkan mengalami keterpurukan yang dibutuhkan perubahan lebih baik.

"Pak Nyalla bukan orang baru di PSSI, beliau itu sudah pernah mengalami pahit getirnya sepak bola di Indonesia. Ia juga mengalami keterpurukan. Beliau memulai PSSI dengan kebaikan, maka pertemuan hari ini kami meneruskan visi misinya yang pernah dilakukan di PSSI," ungkap Ulhaq.

Diketahui, La Nyalla bukan lah sosok baru di dunia sepak bola Indonesia. Ketua DPD RI itu termasuk sosok yang sangat diperhitungkan untuk kembali menduduki kursi PSSI 1. Pengusaha dan sekaligus senator asal Jatim itu pernah menjadi anggota Exco PSSI 2011-2015. Lalu, ketua umum Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI)– di masa dualisme PSSI.

Di saat kepemimpinannya, Tim Nasional U-19, yang berisikan Evan Dimas dan kawan-kawan menjuarai Piala AFF 2013 di Gelora Delta Sidoarjo, setelah mampu mengalahkan Vietnam melalui adu penalti.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

News

Terkini

Nama Samanhudi Anwar keluar belakangan. Mantan Wali Kota Blitar 2 periode ini disangkutpautkan dalam kasus perampokan tersebut setelah sekian lama tenggelam.

News | 08:33 WIB

Seorang pengamen di Kediri, Jawa Timur kedapatan mengendarai motor saat mengamen di sebuah toko pakaian. Hal ini sontak membuat heran warganet.

News | 08:07 WIB

Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar diduga ikut membantu merancang aksi pencurian dengan kekerasan atau perampokan Rumah Dinas Wali Kota Santoso pada 12 Desember 2023 lalu

News | 08:00 WIB

Setelah hampir dua bulan kasus perampokan disertai penyekapan rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso akhirnya terungkap. Salah satu tersangka ternyata eks Wali Kota Balitar.

News | 21:04 WIB

Para Nahdliyin, sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama (NU), saat ini merayakan usia seabad organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Acara puncaknya bakal digelar di Sidoarjo.

News | 12:31 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi santai kode-kode dorongan dirinya maju sebagai calon gubernur Jawa Timur ( Jatim ) yang ramai sejak kemarin.

News | 11:31 WIB

Seorang bocah laki-laki berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di sebuah minimarket di Sidoarjo, Jawa Timur. Aksi percobaan pencurian itu terekam CCTV.

News | 10:34 WIB

Kemarin Venna Melinda mendatangi Polda Jatim untuk melengkapi bukti-bukti kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan.

News | 08:25 WIB

Baru-baru ini beredar kabar pembakaran kitab suci Alquran di Swedia, Eropa. Kasus pembakaran kitab suci ummat Islam ini tentu memicu reaksi dari negara muslim.

News | 08:18 WIB

Wijiono tidak lagi bisa berkutik diborgol polisi. Pria 31 tahun asal Desa Ajung Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ) itu beraksi melakukan penipuan lowongan.

News | 08:02 WIB

Pilihan Gubernur Jawa Timur ( Jatim ) kurang lebih masih setahunan. Suksesi kepala daerah ini bakal digelar serentak pada 2024, tidak terkecuali Pilkada Jatim.

News | 20:41 WIB

Hingga berakhirnya pemeriksaan Venna Melinda, korban kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kini ditangani polda jatim, tidak bertemu dengan pelaku Ferry Irawan.

News | 17:44 WIB

Stunting masih menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, tidak terkecuali Pemkot Surabaya. Persoalan stunting ini akan menjadi masalah serius

News | 17:34 WIB

Hotman Paris yang menemani Venna Melinda di Gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) menjelaskan, kliennya tidak akan mau berdamai dengan Ferry Irawan.

News | 13:05 WIB

Venna Melinda ke Polda Jatim membawa bukti tambahan kasus KDRT yang dilakukan suaminya Ferry Irawan.

News | 11:33 WIB
Tampilkan lebih banyak