Menurutnya, hal ini sesuai saat seperti Sayyidatina Aisyah RA ditanya oleh Ayahandanya Sayyidina Abu Bakar RA tentang kesannya menjadi istri Rasulullah Muhammad SAW. Dan dijawab _kana khuluquhul Qur’an_ yang artinya akhlaqnya Rasulullah SAW adalah Al Qur’an.
"Untuk itu, bagi kita semua umat Islam supaya menjadikan referensi Al Qur’an menjadi basis dari karakter kita,” tegasnya.
Tidak hanya itu, salah satu hal yang penting adalah sangat banyak diantara umat Islam belum sempat mendapatkan pelajaran, pengajaran dan pembelajaran Al Qur’an. Yakni bagaimana cara membacanya, memahaminya dan cara mengamalkannya. Termasuk di dalamnya adalah membangun karakter dan akhlaq Al Qur’an.
“Ini bisa kita bangun yakni melalui majelis-majelis keilmuan yang terus dilakukan di semua lini, di semua level dan di semua kesempatan,” tukasnya.
Baca Juga:Dzikir dan Doa Malam Nuzulul Quran, Lengkap dengan Latin dan Artinya
Lebih lanjut Khofifah mengatakan, Masjid Raya Islamic Centre Provinsi Jatim ini secara umum belum sepenuhnya selesai pembangunannya. Namun, secara fisik dan fungsionalnya sudah cukup baik, seperti instalasi air, listrik dan sound system.
“Dengan support dari Dewan Masjid Indonesia, maka ‘adiknya’ Masjid Nasional Al-Akbar ini bisa kita mulai gunakan supaya bisa fungsional dan bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” katanya.
Letak Masjid Raya Islamic Centre ini, lanjut Khofifah, berada di daerah perkantoran eksekutif daerah Surabaya Barat. Maka, ia berharap bahwa semua yang kantornya berdekatan dengan Masjid Raya Islamic Centre ini akan memberikan transfer keilmuan, terutama digital IT bagi pelaku pelaku gig ekonomy.
“Gig economy pelaku milenial yang biasanya mereka melakukan kegiatan kontrak kerja jangka pendek. Jadi proses kemakmurannya tentu bukan hanya masjidnya yang dimakmurkan tapi jama’ahnya juga dimakmurkan,” katanya.
Ia berharap, kepada Takmir Masjid Raya Islamic Centre agar segmentasi masjid lebih fokus, sehingga dapat memberikan transfer kewirausahaan di bidang digital IT. Terutama fokus pada gig ekonomi yakni para pelaku ekonomi milenial yang sering terkonfirmasi bahwa mereka lebih senang melakukan kontrak kerja jangka pendek.
“Gig economy di Amerika mungkin ksudah 80% dan pasti akan menjadi tren sangat banyak bagi milenial di seluruh dunia. Oleh karena itu ini persiapan kita untuk memakmurkan masjid dan memakmurkan jamaahnya,” pungkasnya.