Ruang Kelas SD Negeri Ambruk di Situbondo, Buntut Material Lapuk dan Tua!

Ruang kelas ambruk di SD Negeri 9 Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo.

Riki Chandra
Selasa, 18 November 2025 | 14:51 WIB
Ruang Kelas SD Negeri Ambruk di Situbondo, Buntut Material Lapuk dan Tua!
Ruang kelas ambruk di SD Negeri 9 Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Tiga ruang kelas SD ambruk akibat bangunan tua dan lapuk.

  • Revitalisasi direncanakan Disdikbud Situbondo pada anggaran 2026.

  • Siswa sementara belajar di perpustakaan dan mushala.

SuaraJatim.id - Ruang kelas ambruk di SD Negeri 9 Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo.

Insiden ini terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan material yang lapuk sehingga tiga ruang kelas tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Tahun anggaran 2026, Disdikbud Situbondo telah mengalokasikan dana untuk melakukan pembangunan ulang.

Menurut Plt Kepala Disdikbud Situbondo, Sopan Efendi, proses revitalisasi akan difokuskan pada tiga ruang yang terdampak ruang kelas ambruk tersebut.

“Dari pihak sekolah tersebut sudah mengajukan kepada kami tahun ini dan masuk rencana revitalisasi tahun depan, dan tim sudah survei ke lokasi,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Sementara itu, Plt Kepala SD Negeri 9 Kilensari, Zainatul Kiptiyah, menceritakan bahwa ruang kelas ambruk itu terjadi dalam dua waktu berbeda, yaitu pada Sabtu (15/11) malam dan Senin (17/11) sore.

Atap ruang kelas lima roboh total setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sementara atap ruang kelas empat dan enam juga mengalami kerusakan parah pada bagian plafon dan kayu penyangga.

“Jadi pada malam Minggu (16/11) kebetulan hujan deras dan mengakibatkan atap ruang kelas lima ambruk total, sedangkan ruang kelas empat dan kelas enam di bagian plafon dan atap kayunya juga lapuk,” katanya.

Kondisi bangunan yang sudah lama tidak layak membuat kegiatan belajar harus dipindahkan sejak satu tahun lalu. Kiptiyah menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah mengajukan rehabilitasi pada 2024, namun belum terealisasi, sehingga kembali mengajukan tahun ini.

“Tahun 2024 kami juga sudah mengajukan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas ke Dinas Pendidikan, tapi masih belum terealisasi, dan tahun ini juga sudah mengajukan,” ujarnya.

Untuk sementara, proses belajar siswa kelas empat, lima, dan enam dipindahkan ke ruang perpustakaan dan mushala. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat.

“Ya selama tiga ruang kelas tersebut tidak ditempati hingga ambruk, untuk siswa sementara belajar mengajar di musala dan ruang perpustakaan,” katanya.

Dengan rencana revitalisasi pada 2026, sekolah berharap kondisi ruang kelas ambruk bisa segera diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung normal dan aman bagi para siswa. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak