-
Pesawat latih TNI AL terjatuh saat latihan rutin di Bandara Juanda.
-
Pesawat sempat lapor pendaratan darurat sebelum kecelakaan terjadi.
-
Penyebab kecelakaan pesawat latih TNI AL masih diselidiki.
SuaraJatim.id - Pesawat Latih TNI AL terjatuh di Bandara Juanda saat menjalani latihan rutin pada Jumat (30/1/2026). Insiden ini terjadi di area landasan pacu Bandara Internasional Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, setelah pesawat melaporkan rencana pendaratan darurat kepada petugas.
Pesawat yang terlibat dalam insiden tersebut adalah Pesawat Latih TNI AL jenis G36 Bonanza dengan nomor registrasi T-2507.
Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat sedang melaksanakan latihan Touch-and-Go (T/G), yakni prosedur latihan mendarat dan kembali lepas landas tanpa berhenti sepenuhnya di runway.
Dalam sesi latihan tersebut, Pesawat Latih TNI AL jatuh di Bandara Juanda setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan empat kali Touch-and-Go.
Setelah itu, pilot melaporkan akan melakukan simulasi keadaan darurat atau emergency exercise disertai pendekatan pendek (short approach). Namun, pada tahapan latihan tersebut, kecelakaan terjadi di landasan pacu.
Hingga kini, pihak berwenang belum menyampaikan penyebab pasti insiden Pesawat Latih TNI AL jatuh di Bandara Juanda.
Informasi mengenai jumlah kru maupun kondisi awak pesawat juga belum diumumkan secara resmi. Bandara Internasional Juanda telah mengonfirmasi adanya insiden pesawat latih di area runway pada Jumat (30/01).
Pesawat G36 Bonanza merupakan pesawat latih milik TNI Angkatan Laut yang diproduksi di Kansas, Amerika Serikat. Pesawat ini menggunakan mesin tunggal berkekuatan 300 horsepower dengan konfigurasi enam silinder dan bahan bakar avgas.
Dari sisi performa, pesawat latih ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 326 kilometer per jam. Daya jelajahnya mencapai 1.713 kilometer dengan ketinggian terbang maksimum sekitar 5.639 meter. Dimensi pesawat mencakup panjang 8,38 meter dan tinggi 2,62 meter.
Struktur pesawat menggunakan desain semi monocoque berbahan aluminium alloy dengan roda pendarat yang dapat dilipat. Dari segi avionik, pesawat dilengkapi sistem Garmin G-1000 integrated avionics system, yang terhubung dengan monitor mesin, sistem komunikasi, navigasi, autopilot, serta radar cuaca.
Selain itu, kabin pesawat Bonanza tipe G36 dirancang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Pesawat ini memiliki enam kursi, terdiri dari dua kursi pilot dan copilot, serta empat kursi penumpang.
Insiden Pesawat Latih TNI AL jatuh di Bandara Juanda menambah daftar kecelakaan yang pernah dialami armada Bonanza TNI AL. Pada 2022, pesawat G-36 Bonanza T-2503 mengalami kecelakaan di Selat Madura pada Rabu (7/9) sekitar pukul 09.30 WIB, yang menewaskan dua perwira TNI AL.