- Warga Desa Alastlogo menutup jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo karena keresahan akibat dugaan peluru nyasar latihan militer.
- Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan negosiasi persuasif di lokasi kejadian hingga barikade jalan berhasil dibuka pada Kamis petang.
- Pihak TNI Angkatan Laut dan warga sepakat mengikuti mediasi lanjutan yang difasilitasi oleh Bupati Pasuruan untuk solusi permanen.
SuaraJatim.id - Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo yang sempat mati suri selama berjam-jam akhirnya kembali berdenyut. Ketegangan yang memuncak di depan Komando Latihan Marinir, Desa Alastlogo, resmi mencair pada Kamis (23/7/2026) petang sekitar pukul 17.00 WIB, setelah ratusan warga sepakat membuka barikade jalan yang melumpuhkan nadi transportasi nasional tersebut.
Aksi blokade ini bukan tanpa alasan. Warga Desa Alastlogo meluapkan keresahan mendalam atas dugaan peluru nyasar yang kerap menghantui pemukiman mereka akibat aktivitas latihan militer di wilayah tersebut.
Kebuntuan pecah saat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan turun langsung ke lapangan. Melalui negosiasi yang alot namun persuasif, pemerintah menjanjikan satu hal yakni adanya ruang dialog terbuka.
"Semuanya sepakat bahwa harus ada solusi. Kehadiran tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga komandan satuan Angkatan Laut di sini adalah bukti bahwa keluhan warga didengar," tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Buntut Keracunan Massal Siswa, Juru Masak SPPG Sumbergedang Jalani Pemeriksaan Intensif
Langkah konkret pun segera disusun. Pihak TNI Angkatan Laut telah memberikan lampu hijau untuk hadir dalam ruang mediasi yang dijadwalkan oleh pemerintah daerah.
Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian keluhan, tetapi juga melahirkan solusi permanen yang menyejukkan kedua belah pihak. Yudha menambahkan bahwa Bupati Pasuruan berkomitmen penuh untuk menjadi fasilitator.
"Pak Bupati bersedia menjembatani pertemuan antara tokoh masyarakat Alastlogo dengan pimpinan TNI AL. Pihak Angkatan Laut juga sudah mengonfirmasi kesediaannya. Ini adalah jalan tengah kita," lanjutnya.
Bagi Pemkab Pasuruan, tuntutan warga bukan sekadar protes biasa, melainkan pengingat akan prioritas perlindungan masyarakat. Jaminan rasa aman bagi warga Alastlogo kini berada di daftar teratas agenda pemerintah daerah.
"Intinya, kita ingin masalah ini tuntas dan masyarakat tetap terlindungi. Mengenai teknis pertemuan, akan segera kami konsultasikan dengan Pak Bupati. Yang terpenting sekarang, arus lalu lintas harus terurai lebih dulu," pungkas Yudha.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Lampu Merah Pandaan: Kontainer Blong Sapu Antrean Motor, 3 Nyawa Melayang