Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menanggapi polemik pidato Presiden Prabowo Subianto

Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 Juli 2026 | 18:40 WIB
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, saat mengunjungi penerima bantuan di Kecamatan Tambaksari Surabaya, dan dilanjut melihat Sekolah Rakyat Permanen. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menanggapi polemik pidato Presiden Prabowo Subianto di Surabaya pada Selasa, 28 Juli 2026.
  • Qodari menyatakan survei kepuasan publik bersifat dinamis dan meminta masyarakat melihat keseluruhan substansi pidato Presiden secara utuh.
  • Ia juga meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen seluas 6,6 hektare di Kota Surabaya.

SuaraJatim.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, akhirnya angkat bicara mengenai polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah "Londo Ireng".

Saat meninjau persiapan uji coba Sekolah Rakyat permanen di Kota Surabaya, Selasa (28/7/2026), Qodari menjadi sasaran berbagai pertanyaan wartawan, mulai dari kontroversi pidato Presiden, desakan agar Prabowo meminta maaf, hingga hasil survei terbaru mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.

Qodari meminta publik tidak melihat pidato Presiden secara sepotong-sepotong. Menurutnya, jika dicermati secara utuh, substansi pidato Prabowo selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Mengenai pernyataan Presiden, mari kita lihat rangkaian pidato Presiden secara utuh. Semuanya untuk membela kepentingan rakyat," ujar Qodari.

Baca Juga:Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan

Ia menegaskan, sejak awal pemerintahan, Prabowo secara konsisten mengangkat isu peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, penguatan ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, hingga percepatan proyek strategis nasional seperti pengembangan Blok Masela.

Selain itu, Presiden juga, kata Qodari, menyoroti dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing yang disebut merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.

"Kalau kita fokus pada substansi, itulah poin-poin utama pidato Bapak Presiden," katanya.

Saat didesak wartawan mengenai tuntutan sejumlah organisasi profesi agar Presiden Prabowo meminta maaf atas polemik pernyataan tersebut, Qodari tidak memberikan jawaban secara langsung dan memilih kembali menekankan pentingnya melihat isi pidato secara menyeluruh.

Survei Kepuasan Dinilai Bersifat Dinamis

Baca Juga:Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

Qodari juga merespons hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, hasil survei hanyalah potret opini publik pada waktu tertentu sehingga sangat mungkin berubah.

"Survei itu dinamis. Bisa naik, bisa turun. Kalau beberapa bulan lalu 80 persen, sekarang 50 persen, insyaallah nanti bisa kembali 80 persen lagi," ujarnya.

Ia mengajak publik menunggu hasil survei dari berbagai lembaga lain sebagai pembanding sebelum menarik kesimpulan.

Qodari menilai sejumlah indikator fundamental ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta tingkat tabungan masyarakat masih bertumbuh.

Di bidang politik, menurutnya, pemerintahan juga memiliki dukungan koalisi yang solid sehingga berbagai program strategis dapat terus berjalan.

Ia mencontohkan sejumlah capaian yang diklaim pemerintah, seperti peningkatan kesejahteraan petani melalui harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, kemudahan akses pupuk, berbagai program bantuan sosial, hingga upaya menuju swasembada pangan.

"Harusnya dengan capaian-capaian itu tingkat dukungan masyarakat sangat tinggi. Tetapi kami tetap menerima semua masukan sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja pemerintah," katanya.

Takjub Lihat Sekolah Rakyat Permanen Surabaya

Di sela kunjungannya, Qodari juga mengaku terkesan melihat progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Surabaya. Menurutnya, fasilitas pendidikan tersebut menjadi bukti nyata implementasi program unggulan Presiden Prabowo di bidang pendidikan.

"Alhamdulillah, kami sangat bangga. Saya yakin Bapak Presiden juga sangat bangga dan sangat terharu kalau melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini," ucapnya.

Qodari menyebut kompleks Sekolah Rakyat di Surabaya berdiri di atas lahan seluas sekitar 6,6 hektare dengan bangunan sekolah, asrama, dan berbagai fasilitas penunjang yang dinilai representatif.

"Gedung sekolahnya bagus, gedung asramanya juga bagus, fasilitasnya juga bagus. Insyaallah akan sangat menunjang pendidikan anak-anak kita, terutama dari keluarga kurang mampu yang berasal dari desil 1 dan desil 2," katanya.

Ia berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi jalan perubahan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.

"Mudah-mudahan tempat ini menjadi pintu perubahan nasib bagi anak-anak kita yang kurang beruntung dan keluarga mereka," ujarnya.

Qodari mengungkapkan para calon siswa saat ini telah mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat transisi atau sekolah rintisan sebelum nantinya menempati gedung permanen tersebut.

Ia juga menyebut Surabaya menjadi lokasi kedua Sekolah Rakyat permanen yang dikunjunginya setelah Banyuwangi.

"Perkembangannya sangat menggembirakan. Dari sisi fisik sudah sangat bagus, sangat ideal, sangat keren. Mudah-mudahan semua titik pembangunan bisa mengejar target sehingga dapat berfungsi secara optimal," katanya.

Menurut Qodari, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa gagasan Presiden Prabowo kini mulai diwujudkan secara konkret.

"Ini adalah momentum untuk menyaksikan langsung bagaimana program Presiden Prabowo diimplementasikan dan menjadi nyata. Dari sebuah gagasan, hari ini sudah menemukan realisasinya. Insyaallah akan membawa kemajuan pendidikan Indonesia menjadi jauh lebih baik," tuturnya.

Belum Bicara Soal Gubernur BI

Menanggapi pertanyaan mengenai waktu penunjukan Gubernur Bank Indonesia, Qodari enggan memberikan penjelasan lebih jauh.

"Nanti kita tunggu saja perkembangan proses ke depan," ujarnya singkat.

Sementara terkait munculnya istilah "kabinet bayangan", Qodari mengatakan pemerintah menghargai seluruh kritik dan masukan yang disampaikan kepada Presiden.

Namun, ia berharap kritik yang diberikan didasarkan pada data dan juga disertai apresiasi terhadap berbagai program yang dinilai berhasil.

"Kritik tentu penting, tetapi kalau ada yang baik juga perlu diapresiasi. Jangan hanya melihat kekurangannya saja," tutup Qodari.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini