- Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27 Agustus 2026 dibuka di tengah isu pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar.
- Kementerian Agama memastikan kabar pengunduran diri Nasaruddin Umar untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU tersebut tidak benar.
- Aturan organisasi melarang rangkap jabatan, sehingga pencalonan pejabat negara aktif dalam bursa Ketum PBNU menimbulkan persoalan mendasar.
Muktamar Diuji oleh Netralitas
Situasi tersebut membuat pembukaan Muktamar ke-35 NU memiliki dimensi politik organisasi yang lebih kuat. Kontestasi ketua umum berlangsung bersamaan dengan posisi NU yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, bahkan politik nasional.
Karena itu, isu pencalonan seorang menteri aktif menjadi sensitif. Bukan semata karena siapa kandidatnya, melainkan menyangkut batas antara amanah negara dan kepentingan organisasi.
Menteri Agama memiliki mandat menjalankan urusan pemerintahan di bidang agama. Sementara Ketua Umum PBNU akan memimpin organisasi dengan jaringan struktur yang luas hingga tingkat akar rumput.
Baca Juga:Masuk Bursa Ketua Umum PBNU, Ini Profil Mentereng Ketua PWNU Jateng Gus Rozin
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah dua posisi tersebut dapat dijalankan secara bersamaan tanpa menimbulkan konflik kepentingan maupun persoalan persepsi publik.
Di sisi lain, NU memiliki banyak kader yang memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi. Karena itu, kontestasi Muktamar seharusnya tidak bergantung pada satu figur, terlebih jika pencalonannya berpotensi berbenturan dengan aturan internal organisasi.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan menentukan Ketua Umum PBNU pada Sabtu (29/8/2026). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka muktamar di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas.
Gus Ipul sebelumnya menyatakan Presiden memberikan kepercayaan penuh kepada muktamirin untuk menjalankan musyawarah sesuai tradisi NU tanpa campur tangan pihak luar.
Dengan demikian, keputusan akhir mengenai kandidat, mekanisme pemilihan, hingga kemungkinan perubahan aturan rangkap jabatan sepenuhnya berada di tangan muktamirin.
Baca Juga:PBNU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara Muktamar ke-35 NU, Siapa Saja?
Namun satu hal sudah jelas: isu Nasaruddin Umar telah memberi warna tersendiri pada pembukaan Muktamar ke-35 NU. Kini publik menunggu apakah isu itu berhenti sebagai kabar yang dibantah pemerintah, atau justru berkembang menjadi salah satu pertarungan paling menentukan dalam perebutan kepemimpinan PBNU.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa