Gus Yahya Klaim Direstui Para Kiai Sepuh, Siap Lanjutkan Kepemimpinan PBNU

Gus Yahya maju kembali sebagai Ketum PBNU di Muktamar ke-35 untuk menuntaskan program yang belum selesai, mengantongi restu kiai sepuh, dan menjaga independensi NU.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Gus Yahya Klaim Direstui Para Kiai Sepuh, Siap Lanjutkan Kepemimpinan PBNU
Gus Yahya menegaskan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU bahwa NU harus memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan siap maju kembali pada Muktamar ke-35 NU tahun 2026 untuk menuntaskan program yang belum selesai.
  • Gus Yahya telah mengantongi restu eksplisit dari sejumlah kiai sepuh setelah menjelaskan niat pencalonannya demi tanggung jawab moral organisasi.
  • Ia menegaskan bahwa NU harus tetap independen dan tidak boleh dijadikan sebagai wahana konsolidasi politik kekuasaan pemerintah.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan tahap demisioner dan pemilihan pengurus baru.

Klaim Kantongi Restu Kiai Sepuh

Di tengah kontestasi menuju kursi ketua umum PBNU, Gus Yahya juga mengungkapkan telah bersowan kepada sejumlah kiai sepuh untuk menyampaikan niatnya kembali maju.

Ia mengakui restu para kiai menjadi hal penting bagi dirinya, bukan hanya sebagai dukungan politik organisasi, tetapi juga sebagai peneguhan bahwa langkah yang ditempuhnya tidak keliru.

Baca Juga:Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!

“Restu para kiai guru-guru saya itu jelas mutlak saya butuhkan. Restu yang membantu melapangkan hati saya bahwa yang saya lakukan tidak keliru dan bukan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh para sesepuh,” ujarnya.

Menurut Gus Yahya, para kiai yang ditemuinya memberikan restu setelah dirinya menjelaskan niat pencalonannya.

“Para kiai sepuh saya kira sepanjang kita mampu menjelaskan kepada beliau-beliau tentang bagaimana kita menata niat kita, beliau-beliau merestui dan itu dinyatakan secara eksplisit oleh setiap kiai yang saya temui,” katanya.

Tegaskan NU Tak Boleh Jadi Kendaraan Kekuasaan

Selain soal pencalonan, Gus Yahya juga menyinggung isu independensi NU dari kekuasaan politik.

Baca Juga:Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah

Ia menolak anggapan bahwa pencalonannya berkaitan dengan intervensi pemerintah maupun restu dari Istana. Menurut dia, karakter NU yang independen membuat organisasi tersebut tidak mudah diarahkan untuk kepentingan kekuasaan.

“Saya tidak percaya menurut saya itu informasi yang tidak masuk akal. Tidak akan menguntungkan bagi istana untuk melakukan intervensi ke dalam NU karena sekarang realitas politik berubah, konteksnya berubah, konstelasi berubah. Itu akan membuat pemerintah jadi citranya buruk sekali,” tegasnya.

Gus Yahya bahkan memberikan penekanan lebih jauh bahwa NU tidak boleh dijadikan instrumen konsolidasi politik kekuasaan.

“NU tidak boleh dijadikan wahana konsolidasi politik kekuasaan. Tidak boleh. Tidak boleh lagi ada misalnya calon presiden atau cawapres dari PBNU,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ingin pencalonannya sebagai ketua umum PBNU dikaitkan dengan pertarungan politik menjelang Pemilu 2029.

“Saya sudah bilang sejak awal saya cuma ingin khidmah ke NU, saya nggak mau yang lain,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak