Namun, ia mengingatkan agar seluruh dinamika tersebut tetap berlangsung dalam suasana persaudaraan dan kegembiraan sebagaimana semangat Muktamar Ke-35 NU.
“Sebagaimana harapan kita semua, khususnya Pondok Pesantren Bahrul Ulum, apa pun yang terjadi, perbedaan sekeras apa pun, kita harus tetap gembira,” ujarnya.
Gus Ipul mengingatkan bahwa Muktamar kali ini berlangsung di lingkungan pesantren yang memiliki ikatan sejarah sangat kuat dengan para pendiri NU. Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan pesantren yang dibesarkan salah seorang muassis sekaligus penggerak utama NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.
Tidak jauh dari lokasi Muktamar juga terdapat makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Bisri Syansuri.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
“Kita berada di pangkuan para muassis, di pesantrennya Mbah Wahab Hasbullah. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat, inspirasi, dan motivasi bagi peserta Muktamar,” kata Gus Ipul.
Ia berharap perdebatan yang berlangsung selama Muktamar pada akhirnya melahirkan keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama.
“Jadi setelah kita berdebat, tetap dalam suasana gembira. Dari kegembiraan itu mudah-mudahan datang keberkahan. Akhirnya kita semua bisa mengucapkan: Alhamdulillah,” pungkasnya. ***