Gubernur Khofifah & Menteri PPPA Panen dan Tanam, Hadiri Pameran Produk SIKAP SMA, SMK, SLB Jombang

Program SIKAP diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa.

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:09 WIB
Gubernur Khofifah & Menteri PPPA Panen dan Tanam, Hadiri Pameran Produk SIKAP SMA, SMK, SLB Jombang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meninjau hasil program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diimplementasikan oleh SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang. (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meninjau hasil program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diimplementasikan oleh SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang yang dipusatkan di SMA Negeri 2 Jombang, Jumat (28/8/2026). 

Beragam komoditas buah dan sayur dipamerkan mulai dari jambu, melon, pisang, belimbing, pepaya, jeruk, cabai, sawi hidroponik, hingga terong ungu dan putih. Berbagai hasil tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan lahan sekolah secara produktif sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para murid.

Gubernur Khofifah berharap Program SIKAP dapat menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kemandirian, kreativitas, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan. (Dok: Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah berharap Program SIKAP dapat menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kemandirian, kreativitas, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan. (Dok: Pemprov Jatim)

Di kesempatan ini, Gubernur Khofifah bersama Menteri PPPA juga berkesempatan menanam bibit jeruk madu sebagai bagian dari pengembangan Program SIKAP di lingkungan sekolah SMA Negeri 2 Jombang.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga meninjau hasil prakarya dan kewirausahaan dari seluruh SMA Double Track Kabupaten Jombang.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

“Ini tahun ketiga program SIKAP, dan ini program inisiatif Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dibangun berbasis pemanfaatan lahan sekolah secara produktif dan berkelanjutan,” kata Gubernur Khofifah. 

Menurutnya, ketahanan pangan tidak selalu harus dibangun melalui lahan yang luas. Setiap ruang yang tersedia di sekitar institusi, termasuk sekolah maupun rumah, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan.

“Sesungguhnya kita tidak bisa mengandalkan luasan lahan, berapa hektar lahan, jadi di setiap area yang ada disekeliling institusi kita, rumah bahkan sekolah, itu sangat memungkinkan menyiapkan format ketahanan pangan,” terangnya. 

Untuk itu, Gubernur Khofifah secara masif menggaungkan seluruh sekolah di Jawa Timur untuk terus mengembangkan inovasi dibidang pangan. Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk mengenalkan sekaligus mempraktikkan ketahanan pangan kepada generasi muda.

Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan panen sejumlah komoditas hasil budidaya siswa, antara lain ikan nila dan sayuran pakcoy. Salah satu yang menarik perhatian adalah budidaya sawi samhong yang telah berusia 31 hari dan siap dipanen.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah sebutkan bahwa program SIKAP, dan ini program inisiatif Dinas Pendidikan Jawa Timur.(Dok: Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah sebutkan bahwa program SIKAP, dan ini program inisiatif Dinas Pendidikan Jawa Timur.(Dok: Pemprov Jatim)

“Kami ingin program inovasi ini bisa diimplementasikan di seluruh sekolah di Jawa Timur. Tadi kami juga berkesempatan melakukan panen ikan nila yang dibudidayakan sekolah, ada juga panen sawi pakcoy, sawi samhong,” imbuhnya. 

“Sangat memungkinkan untuk kita siapkan bagaimana saling bertanam, menyiapkan format ketahanan pangan, kita bisa melihat ada terong dengan media tanam polybag bukan ditanah, ada macam-macam ada jeruk, tomat, ada hidroponik,” jelasnya. 

Berbagai hasil tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari Program SIKAP yang diintegrasikan dalam pembelajaran mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU), khususnya bagi murid kelas XI.

Melalui program tersebut, para murid tidak hanya belajar teori kewirausahaan di dalam kelas. Mereka terlibat secara langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan, perawatan, pemanenan, hingga pengemasan dan pelabelan produk.

Gubernur Khofifah bersama Menteri PPPA juga berkesempatan menanam bibit jeruk madu. (Dok: Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah bersama Menteri PPPA juga berkesempatan menanam bibit jeruk madu. (Dok: Pemprov Jatim)

“Tidak hanya belajar menanam, anak-anak juga belajar mengemas produk hasil budidaya secara menarik dengan label program SIKAP, sebagai bagian dari pembelajaran nilai tambah dan kewirausahaan,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah berharap Program SIKAP dapat menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kemandirian, kreativitas, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan peserta didik sejak di bangku sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak