Sinyal Terakhir di Tengah Laut: Misteri Hilangnya Sukandar dan Fendiyanto di Perairan Situbondo

Dua nelayan Situbondo bernama Sukandar dan Fendiyanto hilang kontak di perairan Demung sejak Jumat pagi.

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 04 September 2026 | 10:53 WIB
Sinyal Terakhir di Tengah Laut: Misteri Hilangnya Sukandar dan Fendiyanto di Perairan Situbondo
Dua nelayan asal Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, dilaporkan mengalami lost contact saat melaut di perairan Demung. Keduanya belum ditemukan hingga Jumat (4/9/2026) dan masih dalam pencarian. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Dua nelayan Situbondo bernama Sukandar dan Fendiyanto hilang kontak di perairan Demung sejak Jumat pagi.
  • Perahu fiber Putri Kirana yang mereka tumpangi mengalami mati mesin total saat perjalanan pulang melaut.
  • Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan nelayan dikerahkan melakukan pencarian di lokasi kejadian.

SuaraJatim.id - Kamis dini hari (3/9/2026), dua nelayan Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, Sukandar (55) dan Fendiyanto (35) sudah membelah pekatnya malam.

Dengan perahu fiber bernama Putri Kirana, mereka berangkat melaut dengan harapan membawa pulang hasil tangkapan yang melimpah.

Namun, hingga Jumat (4/9/2026) pagi, perahu itu tak kunjung tampak di garis cakrawala. Harapan keluarga berganti menjadi kecemasan yang menyesakkan dada.

Drama di tengah laut ini bermula saat perahu Putri Kirana sedang dalam perjalanan pulang. Di tengah luasnya perairan Demung, mesin perahu tiba-tiba terbatuk dan mati total.

Baca Juga:Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta

Sukandar dan Fendiyanto sempat menunjukkan ketenangan. Mereka menghubungi pihak keluarga melalui ponsel untuk mengabarkan kendala tersebut.

Di seberang telepon, mereka bercerita sedang berupaya memperbaiki mesin yang mogok. Namun, waktu terus bergulir. Jarum jam melewati pukul 15.00 WIB, waktu di mana biasanya mereka sudah menambatkan perahu di dermaga.

Sejak saat itu, ponsel mereka tak lagi bisa dihubungi. Suara mesin yang mati diikuti oleh senyapnya komunikasi.

"Keduanya sudah berupaya melakukan perbaikan mesin, tetapi tidak berhasil. Sampai batas waktu pulang, mereka belum kembali dan kemudian hilang kontak," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Jumat (4/9/2026) pagi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Keluarga yang dirundung pilu segera melapor ke pemerintah desa, yang kemudian menggerakkan mesin penyelamatan lintas instansi. Kini, perairan Demung menjadi titik fokus pencarian.

Baca Juga:Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub

BPBD Situbondo bersinergi dengan Basarnas Kansar Banyuwangi, TNI-Polri, Tagana, hingga Satpolairud Polres Situbondo. Tak ketinggalan, rekan-rekan sesama nelayan pun turut menyisir setiap jengkal koordinat, berharap menemukan titik terang keberadaan "Putri Kirana".

Meskipun cuaca secara visual terpantau cerah berawan pada Jumat pagi, keberadaan Sukandar dan Fendiyanto masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

"Kami mengimbau nelayan agar memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan seperti pelampung benar-benar siap sebelum berangkat," tegas Puriyono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak