- Seorang siswi SMK di Magetan melahirkan bayi prematur seorang diri dan meninggalkannya di kebun pada Jumat (4/9/2026).
- Bayi tersebut berhasil ditemukan oleh sang kakek dalam waktu tiga puluh menit dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
- Polisi menyelidiki dugaan motif rasa malu serta memeriksa pria berinisial N yang diduga sebagai ayah dari bayi tersebut.
SuaraJatim.id - Pagi di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Magetan, masih diselimuti kabut tipis saat sebuah rahasia besar nyaris terkubur bersama dinginnya tanah perkebunan.
Di bawah bayang-bayang pohon randu, sekitar 200 meter dari pemukiman warga, seorang bayi laki-laki mungil tergeletak tanpa suara. Ia lahir terlalu dini, di tempat yang tidak seharusnya, dari rahim seorang gadis yang usianya pun masih belia.
Drama pilu ini terungkap pada Jumat (4/9/2026) pagi, ketika seorang siswi kelas X SMK mendatangi Puskesmas Sidorejo dalam kondisi pucat pasi.
Ia mengalami pendarahan hebat. Insting tenaga medis bekerja cepat. Luka dan kondisinya menunjukkan satu tanda pasti: gadis ini baru saja melahirkan.
Baca Juga:Mobil Dinas Camat Rp5 Miliar Jadi Sorotan, Sekda Magetan: Yang Lama Sudah Tua
"Di mana bayimu?" Pertanyaan singkat petugas puskesmas itu seketika memecah kesunyian. Pengakuan mengejutkan pun meluncur. Sang bayi ternyata ditinggalkan di area kebun di belakang rumah.
Waktu seakan berpacu dengan maut. Informasi itu segera diteruskan kepada ayah sang gadis. Dengan jantung berdegup kencang, sang kakek bergegas menuju kebun. Benar saja, di bawah tegakan pohon randu, bayi prematur itu ditemukan masih bernapas.
"Kejadiannya sangat cepat. Dari laporan pendarahan jam 05.00 WIB, bayi berhasil ditemukan sekitar jam 05.30 WIB," ungkap Kasi Humas Polres Magetan, Iptu Indra Suprihatin dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Hanya selisih 30 menit. Jika terlambat sedikit saja, bayi yang lahir di usia kandungan enam bulan itu mungkin tak akan sanggup bertahan melawan udara pagi yang menggigit.
Kini, sang pejuang kecil itu tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat, berjuang untuk tetap hidup bersama ibunya yang juga dalam masa pemulihan.
Baca Juga:Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
Penyelidikan polisi mengungkap fakta miris: siswi SMK tersebut diduga melahirkan seorang diri tanpa bantuan siapa pun.
Di tengah rasa sakit yang luar biasa dan ketakutan yang menghimpit, ia memutus tali pusar dan meletakkan darah dagingnya di atas tanah kebun.
"Dugaan sementara, motifnya adalah rasa malu karena hasil hubungan di luar nikah. Ia takut kehamilannya diketahui orang tua dan warga," jelas Iptu Indra.
Polisi kini tengah membidik sosok pria berinisial N (23), warga Kecamatan Sidorejo, yang disebut-sebut sebagai ayah dari bayi tersebut.
Meski N bukan lagi berstatus pelajar, polisi masih mendalami sejauh mana keterlibatannya dan bagaimana status hubungan keduanya.
Hingga saat ini, koridor hukum masih terus digali. Belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi memilih langkah persuasif dan humanis, menunggu kondisi fisik dan psikis sang ibu muda stabil sebelum dimintai keterangan lebih lanjut.