- Ledakan hebat dari gerai nasi tempong di ruko San Antonio Surabaya melukai lima pekerja dan warga pada Selasa (6/10/2026).
- Seluruh korban luka bakar langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Haji Sukolilo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
- Kepolisian bersama tim BPBD Kota Surabaya saat ini masih menyelidiki penyebab ledakan serta menyegel area kejadian.
SuaraJatim.id - Suasana pagi yang tenang di kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, mendadak berubah menjadi mimpi buruk, Selasa (6/10/2026).
Dentuman dahsyat yang diduga berasal dari sebuah gerai kuliner nasi tempong melontarkan puing-puing bangunan ke udara dan membakar sejumlah pekerja.
Bagi Nanang, salah satu saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa pagi itu menjadi momen dirinya lolos dari maut hanya karena selisih hitungan menit.
Pagi itu, Nanang sedang joging melintasi deretan ruko. Biasanya, ia selalu menyempatkan diri rehat sejenak untuk menyeruput kopi di ruko yang kini rata dengan tanah tersebut. Namun, sebuah janji temu mendadak mengubah rutenya.
Baca Juga:Pagi Mencekam di Pakuwon City Surabaya: Ledakan Hebat Hancurkan Ruko dan Mobil, 5 Orang Terluka
"Biasanya saya istirahat sebentar di situ sambil pesan kopi. Tadi kebetulan karena ada janji, saya batalkan niat beli kopi. Puji Tuhan, untung saya tidak berhenti di lokasi," ungkap Nanang dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baru melangkah sekitar tiga ruko dari titik lokasi, suara ledakan menggelegar memekakkan telinga. Dalam sekejap, material bangunan berhamburan ke jalanan.
Pemandangan memilukan tersaji di depan matanya. Nanang melihat sekitar lima orang yang mengenakan seragam usaha kuliner setempat tergeletak dengan luka bakar di sekujur tubuh. Warga lain yang tengah duduk santai di teras ruko turut terluka akibat tersapu serpihan kaca tajam.
"Kelihatannya (pusat ledakan) dari ruko yang jual nasi tempong itu. Sekitar empat atau lima orang karyawannya jadi korban luka bakar," terangnya.
Pengalaman mengerikan serupa dialami Bram, penghuni Apartemen Educity yang tengah berolahraga bersama sang istri. Sang istri sempat mampir membeli segelas kopi, sementara Bram menunggu di kursi umum yang terpaut lima ruko dari gerai nasi tempong.
Baca Juga:Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap
"Setelah istri datang membawakan kopi, tidak sampai lima menit langsung ada ledakan keras. Tidak kelihatan percikan api, hanya suara ledakan dahsyat dan puing-puing bangunan beterbangan ke mana-mana," kata Bram.
Akibat insiden berdarah ini, lima orang korban langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Haji Sukolilo guna mendapatkan tindakan medis darurat.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan intensif tim forensik kepolisian. Mengantisipasi kerumunan warga dan potensi bahaya runtuhan susulan, personel kepolisian bersama tim BPBD Kota Surabaya masih menyegel area kejadian dengan garis polisi ketat.