- Munawi, relawan pemadam karhutla TNBTS, meninggal di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada 19 Oktober 2026.
- Kematian Munawi menambah total korban jiwa kebakaran hutan Bromo Tengger Semeru menjadi lima orang petugas.
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan santunan duka cita sebesar sepuluh juta rupiah bagi setiap keluarga korban gugur.
SuaraJatim.id - Duka mendalam kembali menyelimuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Korban jiwa dalam tragedi kebakaran tersebut kini bertambah menjadi lima orang setelah Munawi (44), seorang anggota relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Senin (19/10/2026).
Munawi gugur usai berjuang melewati masa kritis akibat menderita luka bakar ekstrem hingga 51 persen yang memicu komplikasi kegagalan fungsi multiorgan.
Staf Humas RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, mengonfirmasi bahwa kondisi pasien terus mengalami penurunan tajam sejak Senin pagi.
Baca Juga:Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan
Kendati tim dokter telah memacu obat-obatan penopang jantung dan perawatan luka bakar intensif, kondisi fisik Munawi terus memburuk hingga mengalami syok hemodinamik.
"Tekanan darah pasien anjlok dan denyut jantungnya melemah. Tim medis telah berupaya melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP), namun nyawanya tidak tertolong. Pasien dinyatakan meninggal dunia pukul 14.55 WIB di hadapan keluarga yang mendampingi," terang Adin Niken.
Kepergian Munawi kian memperpanjang daftar pahlawan yang gugur saat memadamkan api di kaldera Bromo. Sebelumnya, empat orang telah lebih dulu meninggal dunia di medan kebakaran, yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata (petugas Balai Besar TNBTS), serta dua relawan muda dari staf hotel setempat, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).
Kini, tim medis RSUD Dr Soetomo masih berpacu dengan waktu menyelamatkan satu korban kritis lainnya berinisial S (44), seorang petugas keamanan Artotel Cabin Bromo yang turut menjadi relawan pemadam.
Pasien S dilaporkan masih bergantung penuh pada mesin ventilator di ruang Resuscitation Observation Intensive (ROI) akibat luka bakar 49 persen.
Baca Juga:Ibu, Sefril Nggak Bisa Pulang: Video Terakhir Atlet Panjat Tebing Sebelum Gugur di Badai Api Bromo
Selain kerusakan jaringan kulit, tim dokter kini fokus menangani infeksi berat pada paru-paru serta penurunan kadar protein darah pasien lewat infus intensif dan terapi antibiotik dosis tinggi.
Atas pengorbanan para pejuang lingkungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah menyiapkan santunan duka cita sebesar Rp10 juta bagi masing-masing keluarga korban yang gugur saat bertaruh nyawa memadamkan karhutla di kawasan wisata internasional tersebut. (ANTARA)