Khofifah menambahkan, setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang dapat saling melengkapi. Maka, perdagangan antarwilayah menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Khofifah menilai, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Aceh masih memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan. Selain memperluas ragam komoditas yang diperdagangkan, kedua provinsi juga dapat menjajaki peluang kerja sama di sektor lain, termasuk pariwisata dan investasi.
Dalam konteks pariwisata, Khofifah melihat peluang untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan mancanegara ke Aceh. Ia menyampaikan telah berkoordinasi dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta mengenai potensi wisatawan Timur Tengah, termasuk dari Arab Saudi, yang berkunjung ke Malaysia.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk menjajaki promosi wisata lintas destinasi, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Malaysia berpotensi melanjutkan perjalanan ke Aceh maupun Sumatera Barat.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor
Khofifah juga menilai potensi alam dan karakteristik budaya Aceh dapat menjadi daya tarik dalam pengembangan investasi pariwisata. Kerja sama tersebut diharapkan dapat dirancang dengan memperhatikan karakteristik masyarakat setempat sekaligus mengoptimalkan keunggulan kompetitif dan komparatif yang dimiliki Aceh.
"Yang disampaikan Wagub Aceh menjadi sektor cukup kuat untuk bisa menarik investasi tertentu sesuai dengan kultur yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam. Selain itu, membangun partnership terutama penguatan wisata dengan berbagai keindahan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang dimiliki Aceh," jelasnya.
Ke depan, Khofifah berharap, misi dagang dan investasi ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan bisnis yang lebih luas, tidak hanya melalui transaksi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga lewat kerja sama berkelanjutan antara pelaku usaha kedua daerah.
"Saya berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada komitmen transaksi hari ini, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kemitraan bisnis yang konkret, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi perekonomian kedua daerah," harapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan, tak hanua potensi alam yang melimpah, Aceh juga memiliki pemandangan wisata yang indah. Ia berharap kerjasama bukan sekadar sektor pertanian dan perkebunan tetapi seperti yang sudah disampaikan kepada Gubernur Khofifah adalah penguatan sektor pariwisata.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien
"Orang Jawa Timur harus bisa merasakan bagaimana indahnya Aceh paling ujung Indonesia dan baru dianggap Indonesia Raya kalau orang sudah mengunjungi kilometer nol," pungkasnya.
Rangkaian acara pembukaan misi dagang dan investasi ditandai dengan pemukulan alat geundrang dan penabuhan rapa le oleh Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Dilanjutkan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh 5 Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur bersama Perangkat Daerah Aceh dilanjutkan penandatanganan 4 asosiasi pelaku usaha Jatim dan Aceh. ***