Khofifah menilai, bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Para pendidik di jenjang pendidikan usia dini dan pendidikan keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan serta karakter generasi penerus.
“Menurut saya, program pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat ini sangat komprehensif. Pendekatannya betul-betul human development index approach,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, penguatan zakat, infak, dan sedekah perlu diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.
“Kami akan terus berikhtiar menguatkan keimanan bersama Baznas. Kalau kita tidak saling mengingatkan dan diingatkan tentang kewajiban zakat, infak, dan sedekah, saya khawatir kita lupa karena masing-masing memiliki kesibukan yang luar biasa,” tuturnya.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo
Selain itu, upaya memperluas manfaat zakat di Jawa Timur juga dilakukan melalui peluncuran aplikasi HaloBAZ Jatim.
Aplikasi HaloBAZ Jatim diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan Baznas, sedangkan bantuan rombong ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha dan mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
“Zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan. Zakat memiliki kekuatan besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus terus kita perkuat agar manfaatnya semakin luas, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian para penerima manfaat,” pungkasnya. ***