Sejalan dengan penguasaan teknologi, ia menyoroti besarnya potensi pesantren dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Pengembangan kewirausahaan, koperasi, UMKM, pertanian, industri halal, dan ekonomi digital menjadi ruang kontribusi yang dapat terus diperluas.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas alumni. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pesantren sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa ekosistem santri memiliki peran penting dalam merawat persatuan bangsa. Nilai penghormatan kepada guru, kebersamaan, kesederhanaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama yang tumbuh di pesantren merupakan bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih 196 KK Terdampak Kekeringan di Desa Kenongrejo Ngawi
Nilai-nilai tersebut perlu terus dihadirkan di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan keyakinan di Indonesia. Ia mengajak seluruh santri menjadikan perbedaan sebagai kekayaan yang dirawat bersama serta menolak ujaran kebencian dan segala bentuk provokasi.
“Santri harus menjadi jembatan persaudaraan, merawat persatuan, serta menolak ujaran kebencian dan segala bentuk provokasi. Semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah harus terus menjadi landasan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” pesannya.
Di akhir pesannya, Gubernur Khofifah mengajak keluarga besar pesantren menjadikan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat tekad dan memperluas pengabdian. Menurutnya, kekuatan iman, ilmu, teknologi, ekonomi, dan persatuan perlu tumbuh bersama untuk menjawab tantangan masa depan.
“Jadilah santri yang kokoh dalam iman, luas dalam ilmu, unggul dalam teknologi, mandiri dalam ekonomi, dan teguh menjaga persatuan Indonesia,” ajaknya.
“Dari pesantren, kita bangun generasi berkarakter. Dari ekosistem santri, kita kuatkan pendidikan dan ekonomi. Melalui teknologi, kita perluas manfaat ilmu dan dakwah. Dengan persatuan, kita teguhkan langkah menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Baca Juga:Dukung Penguatan Pengelolaan Zakat di Jatim, Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. ***