SuaraJatim.id - Petugas gabungan menemukan uang ratusan juta dan beberapa buku tabungan dengan nilai fantastis dari 10 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan yang hendak dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Abdul Rahman Willy alias Willy Akasaka merupakan satu dari 10 napi yang kedapatan memiliki uang tunai dengan jumlah ratusan juta.
Hal ini terungkap saat tim gabungan dari polisi dan sipir penjara menggeledah barang bawaan narapidana di Blok Narkoba Lapas Kelas II A Kerobokan, dan hendak dibawa ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, Selasa (27/3/2019) sekitar pukul 05.00 Wita.
Ketua Satgas CTOC Kombespol Ruddi Setiawan menyampaikan, uang ratusan juta dan jumlah uang di tabungan milik para napi diduga merupakan hasil penjualan narkoba di dalam lapas.
“Willy mengaku seluruh barang bukti yang diamankan merupakan hasil dari penjualan narkoba. Kami akan dalami jaringan peredaran narkoba dari ponsel. Willy mengaku berbagai Barang Bukti (BB) ini dibawa oleh seseorang ke Lapas, kami masih dalami siapa orang itu dan asal usul narkoba yang diperoleh mereka,” kata Ruddi seperti dilansir Beritabali.com--jaringan Suara.com, Kamis (28/3/2019).
Willy merupakan penjahat kambuhan yang kerap ditangkap karena terlibat sindikat peredaran narkoba. Dari peredaran 19 ribu pil ekstasi hingga divonis penjara seumur hidup penjara. Willy Akasaka terus menjalankan bisnis haram dari balik jeruji besi Lapas Kelas II A, Kerobokan.
Dari tangan Willy, polisi mengamankan barang bukti berupa, puluhan pipet, botol akua, besarta bong. Alat ini dilakukan untuk menghisap narkoba jenis sabu.
Selain itu ditemukan buku catatan jual narkoba, sebuah amplop cokelat, berisi uang tunai puluhan juta, 2 lembar bukti transfer, 3 lembar cek, 2 buku tabungan BCA berisi ratusan juta beserta 2 buah remot BCA, 1 kotak berisi 7 cincin emas, dan 7 ponsel.
Mengenai jumlah uang dan isi dalam rekening belum diketahui secara pasti namun. Ditambah lagi dengan perhiasan emas dugaan sementara harta Willy yang ada atau disimpan dalam Lapas bisa mencapai ratusan juta.
Meski demikian, polisi tak menemukan barang bukti narkoba terkait penggeledahan di lapas tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Willy mengaku jika narkoba tersebut sudah habis terjual dan seebagian dikonsumsi dengan teman-teman.
“Dengan penemuan sejumlah BB ini, Willy tetap dipindahkan namun proses hukum dan pengembangannya tetap berjalan. Nama Willy ini sudah dijadikan target bapak Kapolda Bali, oleh karena itu ia wajib dilayar,” cetus Ruddi.
Lanjutnya, empat dari sepuluh napi ini adalah jaringan Akasaka karena dari beberapa kali pengungkapan kasus narkoba, para pelaku mengaku BB berasal dari Lapas Kerobokan. Hasilnya benar, kini pihaknya mengetahui dengan jelas bahwa bandar besar para pelaku ini adalah Willy Akasaka bersama tiga temannya. Juga beberapa bandar yang ikut dipindahkan. “10 orang ini semuanya bandar di Lapas Kerobokan,” katanya.
Kesepuluh orang ini adalah Napi yang diatensi khusus dalam peredaran Narkoba di Bali karena itu salah satu tujuan dari pelayaran ini untuk menjaga Pulau Bali ini dari peredaran Narkoba.
Dalam kesempatan ini, Kapolresta Denpasar Ruddi Setiawan memberi tantangan secara terbuka, jika ada pelaku atau bandar lain mencoba bermain-main di wilayah hukum Polresta Denpasar maka akan dipenjara di Nusakambangan.
“Para bandar Narkoba jangan coba-coba melawan. Jika melawan kami tak segan untuk menembak mati,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Kompak Bisnis Narkoba, Ibu dan Anak Ini Diciduk Polisi
-
Taufik Tewas di Lapas Nusakambangan karena Penyakit TBC Akut
-
WN Nigeria Tewas di Lapas Nusakambangan
-
Bawa Kabur Kekasih dari Sel, Kepala Rutan Cipinang Sergap Ita di Apartemen
-
9 Terpidana Mati Dipindah ke Nusakambangan, Rencana Eksekusi Mati Jilid IV?
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
-
DRed FC Warnai Sepak Bola Surabaya, Bonek: Kami Tidak Akan Mendukung Dua Klub!
-
BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi, Buka Akses Finansial Lebih Luas bagi Diaspora
-
Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal dengan Sejumlah Luka, Polisi Buru Terduga Pelaku
-
Kering karena Kemarau Panjang: Dasar Waduk di Ngawi Disulap Jadi Ladang