SuaraJatim.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur memastikan ratusan pengungsi Muslim Syiah dari Kabupaten Sampang, Madura dapat memberikan hak suaranya di lokasi pengungsian Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Choirul Anam, mengatakan, para pengungsi Muslim Syiah yang kini tinggal di Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo akan memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS) khusus yang didirikan di lokasi pengungsian mereka.
"Mereka semua kita fasilitasi dengan TPS di Jemundo karena tidak memungkinkan bagi mereka memberikan suara di TPS asal ," ujar Anam di Blitar, Selasa (16/4).
Menurut dia, jumlah pengungsi Muslim Syiah dari Kabupaten Sampang yang tinggal di pengungsian Rusun Jemundo ada sekitar 240 orang. Mereka, masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).
Hanya saja dak konsekuensi bagi pengungsi yang mencoblos di pengungsian. Mereka hanya bisa memberikan suaranya untuk pilpres dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Diketahui, ratusan pengungsi muslim penganut aliran Syiah dari Kabupaten Sampang, Madura, telah tinggal di Rusun Jemundo, Sidoarjo, selama kurang lebih 5 tahun.
Kontributor : Agus H
Berita Terkait
-
Coblos 5 Surat Suara, JK Minta Pemilih Jangan Lama-lama di Bilik
-
Besok, 55 Orang Gangguan Jiwa di Bogor Ikut Nyoblos Pemilu
-
Sangkal Politik Uang, PKS: Caleg Ali Hanya Ganti Biaya Konsumsi Emak-emak
-
Tidak Golput Pemilu 2019 Bisa Gratis Masuk Ragunan Besok
-
H-1 Pencoblosan, Selebaran Golput di Pemilu 2019 Beredar di Makassar
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan
-
Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas
-
Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang