- Dini Hardiyanti dan anaknya dilaporkan hilang setelah merayakan ulang tahun di sebuah hotel di Madiun pada September 2026.
- Polda Jawa Timur dan Polres Madiun Kota menyelidiki kasus orang hilang ini sebagai dugaan tindak pidana pembunuhan.
- Penyelidikan kepolisian mencakup rekaman CCTV, keterangan saksi, serta dugaan kekerasan yang melibatkan suami siri korban.
SuaraJatim.id - Perayaan ulang tahun seorang anak berusia empat tahun di Kota Madiun, Jawa Timur, berujung misteri. Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF, dilaporkan hilang setelah menginap di Hotel Mataram Baru pada September 2026. Kasus tersebut kini berkembang menjadi penyelidikan dugaan pembunuhan.
Melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (26/10/2026), Adik Dini, Khanza, mengungkapkan bahwa kakaknya telah mengenal Dwi Bagus Martono, yang disebut sebagai suami siri Dini, sejak 2023.
Dini dan AGF diketahui berada di hotel pada 19 September 2026 untuk merayakan ulang tahun sang anak. Keesokan harinya, Dini sempat menghubungi keluarga.
Namun, setelah Bagus datang ke kamar hotel, komunikasi dengan Dini terputus dan keberadaan ibu serta anak itu tak lagi diketahui.
Keluarga akhirnya melaporkan kehilangan keduanya ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Penyelidikan polisi kemudian mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan saksi, dan sejumlah barang bukti menjadi bagian dari petunjuk yang ditelusuri penyidik.
Dugaan kekerasan terhadap Dini disebut bermula di hotel tersebut. Peristiwa itu diduga berlanjut di rumah Bagus di kawasan Kelurahan Winongo, Kota Madiun, tempat AGF juga diduga menjadi korban.
Informasi lain yang beredar menyebutkan adanya dugaan mutilasi, pembakaran, dan pembuangan sisa jasad ke aliran Sungai Bengawan Madiun. Namun, detail mengenai dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari penyidik.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur sebelumnya menyatakan bahwa penyelidikan yang berawal dari laporan orang hilang berkembang setelah polisi menemukan sejumlah petunjuk dan barang bukti.
Baca Juga: Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun
Hingga kini, penyidik masih mendalami kronologi, motif, serta bukti-bukti untuk mengungkap nasib Dini dan AGF. Kepastian mengenai rangkaian dugaan tindak pidana tersebut menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan
-
Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas
-
Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang