- Warga Madiun bernama Suparno kehilangan uang tabungan sebesar Rp150 juta akibat tertipu calo sekolah kedinasan berinisial HA.
- Tersangka HA melancarkan aksinya dengan mencatut nama petinggi, merekayasa pesan WhatsApp, dan memalsukan kuitansi pembayaran jalur khusus.
- Polres Madiun menangkap tersangka HA dan mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran kelulusan instansi melalui jalur belakang.
SuaraJatim.id - Harapan besar seorang ayah untuk melihat anaknya berseragam taruna Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun berakhir pilu.
Suparno (69), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Saradan, justru harus merelakan uang tabungannya sebesar Rp150 juta melayang setelah terperdaya bujuk rayu calo sekolah kedinasan berkedok "jalur khusus".
Pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Satreskrim Polres Madiun diketahui berinisial HA. Modusnya ia mencatut nama petinggi dan menyusun skenario palsu demi meyakinkan korbannya.
Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agung Hartawan, mengungkapkan bahwa petaka ini bermula dari keputusasaan korban saat mengetahui putranya gagal dalam tahapan seleksi resmi masuk PPI Madiun. Di momen rapuh itulah, tersangka HA datang bak "pahlawan" penolong.
"Tersangka mendekati korban dan mengaku sebagai orang kepercayaan pejabat. Ia menawarkan kuota 'jalur khusus' agar anak pelapor bisa tetap diterima, tentu dengan imbalan sejumlah uang," jelas AKP Agung, Kamis (24/10/2026).
Tak tanggung-tanggung dalam merancang tipu muslihatnya, HA merekayasa komunikasi via WhatsApp dengan berpura-pura menjadi sang pejabat dan seorang ajudan.
Tak hanya itu, pelaku bahkan membubuhi kuitansi pembayaran dengan tanda tangan pejabat palsu untuk meyakinkan Suparno bahwa proses tersebut sah dan terjamin.
Terbuai janji manis dan bukti manipulatif tersebut, Suparno mentransfer uang secara berkala hingga menyentuh angka Rp150 juta. Alibinya beragam, mulai dari dalih biaya administrasi hingga ongkos pembuatan seragam taruna.
Namun, kepastian yang dinanti tak kunjung tiba. Sadar sang anak tetap tidak terdaftar dan nama-nama yang dijanjikan hanyalah sandiwara kosong, pria paruh baya itu akhirnya membawa kasus ini ke meja hijau.
Baca Juga: Modus Top Up Umur dan Tiket Surga, Pria Bangkalan Dikelabui Imam Mahdi Palsu Rp1,3 Miliar
"Setelah korban melapor, penyidik langsung bergerak cepat memeriksa saksi, menyita bukti kuitansi fiktif dan riwayat transaksi, hingga akhirnya menangkap dan menahan tersangka HA," tegas Agung.
Kini, penyidik Satreskrim tengah melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Madiun. Atas perbuatannya, HA terancam dijerat pasal tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Berkaca dari kasus ini, kepolisian mengingatkan masyarakat luas bahwa tidak ada pintu belakang dalam seleksi sekolah kedinasan negara.
"Jangan pernah tergiur janji kelulusan lewat jalur belakang dengan imbalan uang. Seluruh seleksi kedinasan memiliki sistem ketat dan transparan. Jika ada tawaran mencurigakan, segera verifikasi langsung ke instansi terkait atau lapor ke kantor polisi terdekat," imbau Kasat Reskrim. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Modus Top Up Umur dan Tiket Surga, Pria Bangkalan Dikelabui Imam Mahdi Palsu Rp1,3 Miliar
-
Ini Identitas 4 Suporter PSS Sleman yang Tewas dalam Kecelakaan di Madiun
-
Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun
-
Bayar Rp546,5 Juta, 17 Calon Jamaah Umrah di Ngawi Kena Tipu, Gagal Berangkat Sesuai Jadwal
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara
-
Bawa Tiner dan Knuckle, 11 Penyusup Demo Lengserkan Prabowo-Gibran Disergap di Surabaya
-
Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser
-
Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG
-
Petani Rela Tinggalkan Cangkul di Sawah, Heboh Jet Tempur F-16 Mendarat di Tol Paspro