SuaraJatim.id - Peledakan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Sukoharjo, tak menyurutkan Pos Pam di depan Kebun Binatang Surabaya untuk mempercantik diri.
Disampaikan langsung Kapolsek Wonokromo, AKP Christopher Adhikara Lebang, Selasa (4/6/2019) malam, yang ikut berjaga di Pos Pam, bahwa ini adalah penyesuaian dari tempat Pos Pam berada.
"Masyarakat yang lihat pos merasa nyaman, kita menyesuaikan karena dekat KBS juga, maka itu kami desain seperti ini," ujar Christopher pada Suara.com
Christopher menambahkan, jika memang ia sengaja hiasi Pos Pam dan Patung Jerapah di sekitar KBS.
"Saya datangkan yang desain Pos Pam dari Kota Malang, kebetulan teman saya. Yang penting anggota nyaman berjaga di Pos Pam sini," imbuhnya.
Meski begitu, Pos Pam yang terlihat nyaman yang juga dilengkapi dengan pendingin udara, juga dilengkapi dengan senjata laras panjang serta rompi.
"Sama seperti yang lainnya, Pos Pam ini juga dihiasi oleh senjata lengkap dan rompi, cuma kita tambah beberapa perlengkapan seperti televisi," ungkapnya.
Selain itu, info yang didapat dari Polsek Wonokromo, bahwa besok setelah Sholat Ied, KBS sudah buka.
"Besok infonya buka, pengunjung di wahana wisata KBS juga kita pantau, seperti antisipasi copet didalam. Kita juga sebar anggota pakaian preman didalam juga," pungkasnya.
Baca Juga: Bom Bunuh Diri Sukoharjo, Pos Lebaran di Surabaya Dijaga Polisi Bersenjata
Sebelumnya, pihak Polrestabes melalui Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Intruksikan agar Pos Pam mempertebal pengamanan, khususnya setelah terjadi bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Sukoharjo.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara
-
Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi
-
Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi
-
Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S
-
Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter