SuaraJatim.id - Novi Fransiska Aditama (26), korban penganiayaan hingga jarinya remuk sempat dibujuk secara halus oleh terduga pelaku berinisial J (40), yang tidak lain merupakan pemilik atau bos klub malam, tempat korban bekerja. Bujukan itu dilakukan agar kasus ini tidak diteruskan ke polisi.
Ayah korban, M. Muhtarom, menuturkan bahwa beberapa jam usai operasi, ada orang suruh inisial J, yang kini berstatus terlapor, mendatangi rumah sakit tempat putranya dirawat, pada 2 Agustus 2019 lalu.
"Ada orang sepertinya dari bagian office suruhan bosnya (inisial J). Meminta tanda tangan kedua belah pihak di atas materai," kata Muhtarom dihubungi Suara.com, Senin (12/8/2019).
Setelah dibaca dengan cermat, Muhtarom merasa ada yang ganjil. Terutama ada pernyataan agar kejadian tersebut dianggap sebagai kecelakaan kerja.
"Setelah saya baca, kenyataannya kok seperti itu, ya saya enggak mau (tanda tangan)," kata dia.
Muhtarom menegaskan, pihaknya enggan melakukan perundingan damai, meskipun dalam surat pernyataan juga diiming-imingi biaya perawatan. Sebab, kejadian tersebut, menurutnya, menjadikan anaknya bisa cacat permanen.
"Saya mementingkan anak saya, karena kalau sampai tidak segera ditangani, kata dokter akan infeksi dan bisa diamputasi," tutupnya.
Berdasarkan informasi yang terhimpun oleh Suara.com, korban telah resmi melaporkan kejadian itu kepada Polres Malang Kota, pada Rabu 7 Agustus 2019 pekan lalu.
Kontributor : Aziz Ramadani
Baca Juga: 2 Napi Kasus Penganiayaan dan Pencurian Rutan Palangka Raya Kabur
Berita Terkait
-
Dipukul Palu Bosnya, Jari Karyawan Klub Malam di Malang Remuk
-
Diduga Sentuh Area Terlarang Penari Klub Malam, Atlet Ini 'Dibebaskan'
-
Gus Miftah Mau Ceramah di Klub Malam jakarta, FPI: Kami Punya Jalur Lain
-
Gus Miftah Ceramah di Klub Malam, Haji Lulung: Barangkali Kesentuh
-
Sekda DKI Siap Temani Gus Miftah Ceramah di Klub Malam Jakarta
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Disuplai ke Klinik Kecantikan, BPOM Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto
-
Geger Dugaan Aksi Bejat Oknum Gus, Ponpes di Probolinggo Mendadak Lengang Ditinggal Santriwati
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor
-
Ini Identitas 4 Suporter PSS Sleman yang Tewas dalam Kecelakaan di Madiun
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien