SuaraJatim.id - Pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak berkunjung ke Kediri menuai polemik. Saran Pramono tersebut mengacu pada pelengseran Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dijatuhkan setelah mengunjungi Kediri.
Namun kenyataannya, Presiden Gus Dur bukanlah satu-satunya kepala negara yang pernah mengunjungi Kediri. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), nyatanya pernah dua kali menginjakkan kaki di Kediri.
Lalu, kenapa Pemerintahan SBY berjalan mulus hingga periode akhir meski telah menginjakan kaki di Kediri?
Anggota Tim Pokok Pikiran Kebudayaan (PPKD) Kota Kediri Imam Mubarok, yang biasa disapa Gus Barok, menjelaskan mengenai kisah legenda yang menyebut Presiden RI akan jatuh setelah berkunjung ke Kediri, berangkat dari folklor mengenai kutukan penguasa Kalingga Selatan, Kartikea Singha.
Menurut Gus Barok, jika berpegangan pada folklor tersebut maka bisa disimpulkan bahwa pemerintahan SBY 'selamat' karena hanya berkunjung ke wilayah Kediri Timur. SBY, dikatakan Gus Barok, tidak berani menyeberang ke barat Sungai Brantas.
"(SBY ke Kediri) tahun 2007 dan 2014. Dia ke Kediri, tapi di wilayah timur sungai, tidak berani menyeberangi sungai, ke barat Sungai (Brantas)," kata Gus Barok saat ditemui wartawan di kediamannya di Kota Kediri, Senin (17/2/2020).
Kota Kediri memang dibelah Sungai Brantas menjadi dua bagian, timur dan barat sungai. Menurut Gus Barok, pada masa Kerajaan wilayah Kediri bagian barat merupakan area pawiyatan atau pusat pendidikan. Toponimi tersebut masih bisa dikenali hingga sekarang.
"Terbukti beberapa tempat pendidikan mulai dari sekolahan, pondok pesantren semua pesat berkembang di barat sungai daripada di timur Sungai (Brantas). Memang Kediri bagian barat itu tempat pawiyatan," tutur Wakil Ketua Lesbumi PWNU Jatim itu.
"Kalau membaca toponimi wilayah Kediri, maka di wilayah Kediri ada namanya Balowerti, ada namanya Pocanan, ada namanya Banjaran (yang semuanya di timur Sungai Brantas)," lanjutnya.
Baca Juga: Cerita Rakyat di Balik Mitos Kutukan Presiden Lengser Usai Kunjungi Kediri
Gus Barok menjelaskan, secara harfiah Balowerti bisa diartikan sebagai tembok kerajaan. Adapun wilayah Balowerti berada di timur Sungai Brantas.
"Maka kerajaannya di mana? Ya di timur sungai," sebutnya.
Menurut Gus Barok, jika mengacu pada cerita rakyat atau folklor yang berkembang di Kediri maka pemerintahan Presiden SBY 'selamat' karena yang bersangkutan tidak menyeberangi Sungai Brantas ke wilayah pawiyatan.
"(SBY ke Kediri) nggak nyeberangi sungai. Tapi lagi-lagi jangan, bahwa ini (folklor) bukan patokan. Lagi, silakan percaya, silakan tidak. Tinggal mengimani (iman) kepada Allah," katanya.
Kontributor : Usman Hadi
Berita Terkait
-
Cerita Rakyat di Balik Mitos Kutukan Presiden Lengser Usai Kunjungi Kediri
-
Kyai Minta Jokowi ke Kediri, Buktikan Tak Akan Lengser
-
Bantah Mitos Istana, Kiai Kafa: Gus Dur Lengser Bukan karena Kediri!
-
Ada Mitos Jokowi Lengser Bila ke Kediri, Kiai Lirboyo: Kami Tak Percaya!
-
Jokowi Dilarang ke Kediri karena Mitos Lengser, Begini Kata Roy Suryo
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026