SuaraJatim.id - Pasca digrebek oleh Unit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, cafe karaoke R3 di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar tutup sementara. Pantauan di lokasi, tampak beberapa orang bertubuh kekar berada di depan pintu masuk cafe.
SuaraJatim.id juga tidak diperkenankan masuk untuk mengambil gambar dengan alasan seluruh pintu di dalam cafe sudah ditutup. Pemilik cafe juga sedang berada di luar kota.
Dari hasil penggalian informasi di lapangan, room yang digrebek karena diduga ada tindakan asusila berada cukup belakang.
Tepatnya di sebelah kamar mandi di arah Tenggara. Ruangannya juga tak begitu luas.
Beberapa orang yang berjaga mengaku penggrebekan berlangsung sekitar pukul 21.00 wib. Di dalam room terdapat satu tamu dan dua orang Ladies Companion (LC).
Total ada sembilan belas orang yang dibawa Polda Jatim untuk diperiksa. Mereka terdiri dari 12 LC, 4 pelayan cafe, 1 security dan seorang Mami.
Sebanyak 12 LC yang dibawa itupun baru datang dan belum sempat bekerja. Salah satu pelayan cafe yang bernama Dicky disebut menerima uang sekitar Rp 1,3 juta rupiah.
Menurut pengakuan Dicky kepada security, uang itu rencananya memang akan dibagi dengan salah satu LC asal Tulungagung.
Dicky diceritakan diperiksa di Polda Jatim sekitar sebelas jam. Usai diperiksa, Dicky lalu ditetapkan sebagai tersangka. Setelah itu, Dicky juga sempat meminta maaf kepada salah satu security bila ada salah selama dirinya berada di cafe R3.
Baca Juga: Buser Gadungan Cari ML Gratis, Pamer Senjata hingga Paksa PSK ABG Oral Seks
Cafe R3 di Desa Ngoran memiliki 19 ruangan. Denah bangunan berleter U dengan model dua lantai. 19 ruangan itu meliputi room biasa, VIP, hingga hall.
Selain itu di dalam lokasi juga terdapat tempat parkir di sebelah utara serta satu kios kelontong.
Jarak dari Kota Blitar sekitar 11 km dengan jarak tempuh 22 menit. Cafe ini memiliki total 18 karyawan non LC yang terdiri dari pelayan, security dan cleaning service.
Sebelumnya Unit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim melakukan penggrebekan ke cafe karaoke R3 di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada 25 Juni 2020 lalu.
Penggrebekan itu dilakukan setelah polisi mendengar laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana asusila. Selain membawa total 19 orang untuk diperiksa, polisi juga membawa kondom bekas yang ditemukan di dalam ruangan.
Kontributor : Farian
Berita Terkait
-
Drama Tangis di Gang Royal! 3 PSK Kena Razia, Ngaku Jualan Kopi Padahal Kepergok di Kamar
-
Memilukan, PSK yang Dibunuh di Sidrap Ternyata Diantar Suami Temui Pelaku Pembunuhan
-
Sebelum Ditusuk, PSK di Sidrap Sempat Gigit Tangan Pelaku dan Teriak Minta Tolong
-
Kronologi Klien MiChat di Sidrap Habisi Wanita Karena Ditolak Minta 'Jatah Kedua'
-
CEK FAKTA: Benarkah Penghasilan PSK Bakal Kena Pajak? Heboh di Medsos
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga