SuaraJatim.id - Bekerja dari rumah tentu memberikan kita lebih banyak keleluasaan. Setidaknya, tak lagi bingung menentukan pakaian yang akan dipakai ke kantor, terbebas dari jalanan macet, juga jam kerja yang lebih fleksibel.
Setelah berbulan-bulan menjalani work from home (WFH) akibat wabah virus corona penyebab sakit Covid-19, Anda mungkin saat ini telah memiliki sudut rumah favorit untuk dijadikan tempat bekerja. Salah satunya bisa jadi tempat tidur.
Tapi sebaiknya Anda jangan lagi bekerja di atas tempat tidur. Alasan utamanya, tentu saja karena fungsi kasur bukan sebagai tempat bekerja.
Dilansir dari Times Of India, Divisi Obat Tidur di Harvard, juga menyarankan hal yang sama. Penting untuk menjaga laptop, televisi dan barang-barang terkait pekerjaan agar berada di luar ruang kamar tidur.
Hal itu untuk memastikan Anda tetap memiliki hubungan mental yang sehat antara kamar tidur dengan tempat bekerja. Jadi ketika Anda bekerja dari tempat tidur dan kemudian mencoba tidur di sana, pikiran jadi merasa sulit untuk memfokuskan bahwa kamar tidur merupakan tempat nyaman untuk beristirahat.
Jadi jika otak Anda mulai mencampur tempat kerja dan istirahat, itu bisa mengacak ritme otak Anda. Sehingga membuat Anda terus-menerus seperti berada di tempat kerja.
Selain itu, para Ilmuwan Hatvard juga menilai bahwa bekerja di atas tempat tidur tidak memungkinkan Anda bisa duduk dengan postur benar dan baik. Akibatnya, menyebabkan sakit punggung. Terlebih, jika bekerja sampai larut malam di kamar tidur, melihat layar yang terang dapat menyulitkan Anda untuk tidur.
Para ahli menyarankan untuk menghindari layar terang pada alat eletronik selama satu jam sebelum tidur.
Agar tetap nyaman dan produktif bekerja dari rumah, ada baiknya membuat ruang kerja sendiri. Disarankan jauh dari tempat tidur Anda. Bisa jadi meja makan atau meja di ruang tamu atau ruang belajar. Terpenting buat ruang terpisah khusus untuk pekerjaan Anda.
Baca Juga: Dampak Work From Home Terhadap Motivasi Pekerja: Solusi atau Hambatan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
-
Gara-gara Beda Baju, 2 Pemuda di Surabaya Dikeroyok Kelompok Perguruan Silat
-
KADIN Surabaya Geram Listrik Byar Pet Sudah 2 Minggu: UMKM Rugi Besar