SuaraJatim.id - Hotel Grand Surabaya menolak keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dijadikan rumah sakit darurat melengkapi RS Lapangan Indrapura. Pihak hotel keberatan karena belum menyatakan setuju dengan keinginan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
HRD Hotel Grand Surabaya Avan Priadi menjelaskan peninjauan yang dilakukan oleh para menteri dan gugus tugas hanya sekedar melihat fasilitas kamar sesuai standar menginap.
"Hanya fasilitas kamar aja, maksudnya sesuai standarnya mereka begitu. Ada 90 kamar di sini, (kalau fasilitas) ya kamu usahakan siap," kata Avan di Hotel Grand Surabaya, Minggu (5/7/2020).
Namun, mengenai alih fungsi hotel menjadi rumah sakit darurat ataupun menginapnya tenaga kesehatan Avan mengaku masih belum ada pembicaraan. Kunjungan yang dilakukan menurutnya hanya sebatas peninjauan saja.
"Kami belum membicarakan masalah itu, jadi tadi hanya peninjauan. Jadi belum ada kesepakatan," ujarnya.
Pihak hotel lanjut Avan juga belum mendapatkan informasi apabila hotel akan digunakan sebagai rumah sakit darurat. Informasi yang mereka terima hanya sebatas peninjauan saja.
"Endak (di kasih tahu), bukan untuk dijadikan rumah sakit, bukan ya. Informasi awal dari pejabat kementerian PMK sama ketua BNPB untuk meninjau hotel kami itu saja. Belum dijelaskan (dialih fungsikan)," ungkapnya.
Hotel milik PT Graha Kencana Birawa ini juga masih menerima tamu untuk menginap. Para karyawan pun mengaku merasa keberatan dan belum ada kesepakatan dari internal perusahaan.
"Di sini masih ada tamu. Kalau untuk rujukan pasien terus terang kami menolak. Ya takut terpapar aja alasannya. Ya intinya karyawan keberatan, belum ada kesepakatan di internal juga, " kata Avan.
Baca Juga: Bertambah 25 Orang, Total 613 Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet
Beda cerita dengan keinginan Pemprov Jatim
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) Doni Monardo melakukan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah wilayah Indonesia untuk mendorong upaya percepatan penanganan COVID-19 di daerah.
Adapun agenda kegiatan kunker yang pertama adalah peninjauan kesiapan Rumah Sakit (RS) Darurat COVID-19 Hotel Grand Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/7).
Doni Monardo berangkat bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Komisi VIII dan IX DPR RI, beserta rombongan lainnya, dari Lanud Halim Perdana Kusuma di Jakarta pada pukul 14.00 WIB dan mendarat di Lanudal Juanda, Surabaya pada pukul 15..10 WIB.
Setelah mendarat, Ketua Gugus Tugas Nasional beserta rombongan langsung bergerak menuju ke Hotel Grand Surabaya yang terletak di jalan Pemuda Nomor 21, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya dan disambut oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.
Sebelum memasuki hotel, Ketua Gugus Tugas Nasional, Menko PMK dan Menkes melewati proses pemeriksaan suhu tubuhnya terlebih dahulu oleh petugas menggunakan thermo gun, sebagai bagian dari protokol kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja