SuaraJatim.id - Warga Dusun Lestari, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menemuan struktur cagar budaya di wilayah setempat. Struktur berupa gapura kuno tersebut diduga merupakan peninggalan era Kerajaan Kadiri atau sebelum Kerajaan Majapahit muncul.
Temuan struktur ini makin menambah daftar temuan cagar budaya yang diduga peninggalan era Kerajaan Kadiri. Karena sebelumnya di lokasi berbeda, tepatnya di Dusun Kebonagung, Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, juga ditemukan struktur diduga kaki candi.
Kepala Seksi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Eko Priatno menjelaskan, struktur yang diduga berupa gapura di Dusun Lestari kali pertama ditemukan seorang penambang pasir ilegal sekitar 20 Juni 2020 lalu.
"Jadi penemuan itu lama nggak terekspos karena penambangan pasir liar dan mereka bungkam ketika lihat (struktur) itu," jelas Eko kepada SuaraJatim.id, Selasa (7/7/2020).
Struktur diduga gapura ditemukan di tebing kali setinggi delapan meter, tepatnya di jalur lahar Gunung Kelud. Adapun struktur cagar budaya tersebut berada di ketinggian sekitar enam meter atau hanya berjarak dua meter dari permukaan tanah.
Ada dua struktur diduga gapura yang ditemukan, masing-masing berdimensi sekitar 150 centimeter persegi dengan tinggi sekitar 146 centimeter. Kini sebuah struktur masih utuh, sementara struktur lainnya telah hancur karena ulah penambang pasir.
"Jaraknya antara dua struktur (diduga gapura) itu sekitar 3,5 meter," papar Eko.
Disparbud Kabupaten Kediri, kata Eko, bersama perangkat kecamatan dan desa telah meninjau lokasi pada Jumat (3/7/2020). Sehari setelahnya, atau pada Sabtu (4/7/2020) tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur terjun ke lokasi.
Tim yang dipimpin Pokja BPCB Jawa Timur Nugroho Harjo Lukito kemudian mengobservasi struktur itu. Berdasarkan analisa tim BPCB, disimpulkan bahwa struktur tersebut memang benar cagar budaya yang diduga berbentuk gapura.
Baca Juga: Kepala Kala yang Ditemukan di Tulungagung,Diperkirakan Bagian Dari Candi
"Dari struktur yang di (Dusun) Lestari itu, (rekomendasi BPCB Jawa Timur) pertama memang benar kalau itu adalah cagar budaya, objek diduga cagar budaya," ujar Eko.
"Kedua, kaitannya dengan tempat, tempat itu memang agak kesulitan untuk dilestarikan. Artinya mau dimanfaatkan sebagai objek atau apa oleh pihak desa agak kesulitan. Karena posisinya ada di tebing sungai," lanjutnya.
Sementara, Eko menduga struktur diduga gapura tersebut dibangun pada era Kerajaan Kadiri atau Kediri. Analisa itu berangkat dari bata struktur bangunan yang berukuran sama dengan bata di situs-situs peninggalan era Kerajaan Kadiri.
"Kalau dari secara fisik, kalau kita coba lihat lingkungan sekitar situ, dan material bahan, itu memang arahnya ke pra-Majapahit atau masa Kadiri, Kediri. Dasarnya apa? Dasarnya itu pertama adalah dari dimensi bata," ungkap Eko.
"Ukurannya (bata) rata-rata hampir sama, panjangnya 34 centimeter, lebarnya 20 centimeter dan tebalnya delapan centimeter. Itu yang biasanya bisa sedikit menjadi patokan bahwa itu (peninggalan) pra-Majapahit," sambungnya.
Selain dari material bata, lanjut Eko, di sekitar lokasi temuan struktur diduga gapura juga terdapat sejumlah situs peninggalan era Kerajaan Kadiri. Misalnya dari lokasi temuan struktur ke utara sekitar 500 meter terdapat Situs Jatimulyo di Kepung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Muzakki Resmi Dicopot Usai Mundur: Menag Tunjuk Prof Amien Suyitno Jadi Plt Rektor UINSA
-
Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Lumbung Pangan Indonesia
-
Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital
-
Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga
-
Penindakan Parkir di Surabaya Meledak, Aduan Jukir Nakal Tembus 1.136 Kasus