"Jadi kalau ada orang tua tidak berkenan anaknya tidak sekolah juga nggak apa-apa tapi harus daring. Kalau orang tua memperbolehkan masih kita cek data riwayat sakitnya," ujarnya.
Ia menambahkan pembelajaran tatap muka rencananya akan dilakukan secara bergantian.
Misal siswa di absen ganjil akan masuk di hari Senin, maka siswa dengan absen genap akan masuk di hari Selasa.
"Satu kelas kan berisi 40 siswa, jadi gantian, Senin ganjil 20 siswa, yang genap di rumah. Besoknya yang genap maka ganjil di rumah. Hal itu ubtuk kelas 7,8 dan 9," katanya.
Sya'roni sampai saat ini masih menunggu kabar dari tim dispendik dan dinkes yang ada di Pemerintah Kota Surabaya mengenai keputusan perintah soal kepastian belajar dengan tatap muka.
"Pilotnya kan 21 sekolah, nah belum tentu juga 21 sekolah itu di uji coba lanjut. Mungkin beberapa bisa, tapi belum tentu semuanya. Jadi kami masih menunggu informasi dari dinas," tandasnya.
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Layanan Dokter ke Rumah 24 Jam Jadi Alternatif Akses Kesehatan di Surabaya
-
Persija Punya Rekor Mentereng di JIS, Ardhi Tjahjoko Singgung Kondisi Rumput Jelang Lawan Persebaya
-
Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship
-
Bantah Intervensi Kasus Narkoba DPRD Jatim, Gerindra Malah Ungkap Polisi Minta Uang Rp50 Juta
-
Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?