SuaraJatim.id - Ulah oknum guru di SMA Negeri 58 Jakarta Timur membuat geger publik, setelah beredar di media sosial tangkapan layar yang bersangkutan melakukan tindakan yang dinilai rasis.
Sang guru melarang siswanya memilih calon bukan beragama Islam saat pemilihan Ketua OSIS.
Berdasarkan tangkapan layar yang diterima Suara.com, guru tersebut berinisial TS. Ia menyampaikan instruksi rasis itu dalam sebuah grup WhatsApp bernama Rohis 58.
Kepada anggota grup itu, Tini meminta para siswa tidak memilih pasangan nomor urut 1 dan 2 karena persoalan agama.
"Assalamualaikum hati-hati memilih Paslon 1 dan 2 calon non-Islam," kata Tini dalam percakapan grup itu yang dikutip Suara.com, Selasa (27/10/2020).
Ia menyatakan, ketua OSIS yang terpilih haruslah beragama Islam. Guru TS menyebut hal ini sudah menjadi keharusan.
"Jadi tetap walau bagaimana kita mayoritas harus punya ketua yang seaqidah dengan kita," jelasnya.
TS pun lantas meminta agar para siswa di grup Rohis itu memilih calon nomor urut 3 yang beragama Islam.
Tak hanya itu, ia juga memperingatkan anggota rohis agar tak ada yang berkhianat memilih nomor 1 atau 2.
Baca Juga: Rasis! Oknum Guru SMAN 58 Jaktim Larang Murid Pilih Ketua OSIS Non Muslim
"Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3. Awas Rohis jangan ada yang jadi pengkhianat ya," kata dia.
Berita Terkait
-
Rasis! Oknum Guru SMAN 58 Jaktim Larang Murid Pilih Ketua OSIS Non Muslim
-
Diguyur Hujan Lebat Sejak Sore, 7 Ruas Jalan di Jakarta Kebanjiran
-
Diguyur Hujan Sejak Sore, 9 Pemukiman di Jakarta Timur Kebanjiran
-
Rumah Warga di Pisangan Lama Terbakar Dini Hari Tadi
-
Canggih! Pemilihan Ketua OSIS SMAN Blahbatuh 1 Gianyar Pakai e-Voting
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub
-
Belum Padam, Kobaran Api Terus Merembet di TNBTS Meski Tim Gabungan Dikerahkan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
Ze Gomes Ubah DNA Madura United, Intensitas Tinggi Jadi Kunci Musim Baru