Muhammad Taufiq
Jum'at, 01 Januari 2021 | 14:46 WIB
Drone Kapal Selam yang ditemukan nelayan di Pulau Selayar. (Twitter/@MediaSelayar)

SuaraJatim.id - Nelayan di Pulau Selayar Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan sebuah drone kapal selam berteknologi tinggi yang diduga milik China. Ditemukan 20 Desember 2020, penemuan ini dilaporkan enam hari kemudian.

Menurut pakar keamanan, drone tanpa awak atau UUV ini jenis pengintai atau mata-mata berteknologi tinggi, dan dikenal sebagai pesawat layang yang mengandalkan propulsi daya apung variabel.

Drone itu memiliki panjang 225 sentimeter, dengan lebar sayap 50 Cm dan antena trailing sepanjang 93 Cm. Demikian dilaporkan ABC News, Jumat (01/01/2021).

Malcolm Davis dari Australian Strategic Policy Institute mengatakan penemuan ini harus diperhatikan karena UUV ditemukan di rute maritim penting yang menghubungkan Laut Cina Selatan ke Darwin.

"Itu memang mengirimkan sinyal bahwa angkatan laut China sedang bersiap untuk mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pendekatan maritim kami di utara Darwin," katanya.

"Kami harus siap menghadapi aktivitas kapal selam yang jauh lebih dekat ke pantai utara Australia," lanjut Davis.

Ia mengatakan, China memang perlu memahami oseanografi dan sifat batimetri di wilayah itu sehingga masuk akal jika UUV ditempatkan di sana.

Drone itu awalnya diserahkan ke polisi, tapi sekarang disita oleh militer dan dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Laut di Makassar untuk diperiksa.

Analis keamanan yang berbasis di Indonesia, Muhammad Fauzan, mengatakan peralatan itu sangat mirip dengan UUV 'Sea Wing' milik China.

Baca Juga: Drone Kapal Selam Mata-mata China Ditemukan Nelayan Indonesia

"Jika benar, (ini menimbulkan) banyak pertanyaan, terutama bagaimana itu berhasil ditemukan jauh di dalam wilayah kami".

"Dalam beberapa tahun terakhir China telah melakukan banyak kejahatan atau bahkan aktivitas subversif di wilayah tersebut," kata Fauzan pada ABC.

Load More