Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 20 Januari 2021 | 12:36 WIB
Gerakan Reformasi Jember Jawa Timur (Jatim) sawer biaya operasional truk sampah [Foto: Beritajatim.com]

SuaraJatim.id - Gara-gara ABPD Kabupaten Jember Jawa Timur (Jatim) terlambat dan tidak segera dieksekusi, truk pengangkut sampah terancam tidak bisa beroperasi.

Hal ini kemudian mendorong Gerakan Reformasi Jember (GRJ), sebuah kelompok masyarakat yang disebut-sebut oposisi terhadap kebijakan Bupati Faida saweran dana untuk membantu operasional truk pengangkut sampah.

Sebelumnya, truk pengangkut sampah di Jember terancam tidak bisa beroperasi akhir pekan ini gara-gara masalah biaya dari APBD yang tidak bisa dieksekusi.

Oleh sebab itu GRJ mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyerahkan uang bantuan operasional bagi truk pengangkut sampah keliling.

Baca Juga: 7 Hari Direndam Banjir, Begini Kondisi Terakhir Kabupaten Jember

"Besarnya Rp 513 ribu, dari hasil kolektivitas masyarakat untuk berpartisipasi mengatasi masalah sampah. Kami berupaya membantu pembiayaan solar, karena katanya tidak bisa beroperasi karena kekurangan solar," kata Samsul, seperti dikutip dari beritajatim.com--jejaring media suara.com, Rabu (20/1/2021).

Samsul berharap bantuan tersebut bisa memicu kelompok masyarakat lain untuk membantu DLH membiayai truk angkutan sampah agar tak terhenti.

"Karena masalah sampah ini berkaitan dengan kebersihan, kesehatan, etika, dan estetika. Ini yang bisa kami lakukan untuk kebaikan Jember," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember Arismaya Parahita berterima kasih kepada masyarakat yang selama ini sudah membantu DLH untuk membiayai operasional truk pengangkut sampah.

"Saweran terbanyak dari para sopir yang mengakses langsung partisipasi masyarakat atau dari gerobak sampah," katanya.

Baca Juga: ASN Pemkab Jember Patungan Bantu Korban Banjir

Arismaya mengatakan, situasi di lapangan agak berat.

Load More