- Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional sebelas dapur penyedia makanan bergizi di Kabupaten Ponorogo pada Rabu, 3 Juni 2026.
- Pemberhentian dilakukan karena fasilitas instalasi pengolahan air limbah di lokasi tersebut belum memenuhi standar kesehatan lingkungan yang ditetapkan.
- Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan meningkatkan pengawasan melalui satgas daerah agar hambatan teknis dapat segera diperbaiki demi kelanjutan program.
SuaraJatim.id - Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja memberikan lampu merah bagi 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo.
Operasional dapur-dapur penyedia makanan bergizi gratis ini terpaksa dihentikan sementara setelah ditemukan fakta bahwa sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka belum memenuhi standar kesehatan lingkungan yang ketat.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengakui bahwa evaluasi BGN ini adalah teguran yang harus segera disikapi secara profesional. Menurutnya, aspek pendukung seperti pengolahan limbah tidak boleh kalah prioritas dari kualitas gizi makanan itu sendiri.
"Kami ingin program ini berjalan maksimal. Kejadian ini menjadi pelajaran penting agar semua pengelola tidak hanya fokus pada makanan, tapi juga memastikan lingkungan tetap terjaga sesuai standar," ujar sosok yang akrab disapa Bunda Rita itu, Rabu (3/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Bunda Rita tidak ingin program strategis yang sangat dinantikan masyarakat ini terhambat terlalu lama. Ia berharap ada komunikasi yang lebih intens antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan Badan Gizi Nasional agar hambatan teknis seperti ini bisa dicarikan solusinya dengan cepat.
Salah satu langkah yang ditawarkan adalah pelibatan Satuan Tugas (Satgas) daerah dalam proses pengawasan rutin. Dengan pengawasan yang lebih dekat, kekurangan sekecil apa pun di dapur-dapur gizi bisa terdeteksi lebih awal sebelum berujung pada sanksi penghentian.
"Kami ingin ngobrol intens dengan BGN. Harapannya, Satgas bisa dilibatkan langsung untuk melihat kondisi di lapangan, sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan bersama-sama sebelum ada sanksi," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah
-
Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan
-
Bantuan Pangan di Tulungagung Tak Tersalur 100 Persen, Ini Penyebabnya
-
Disorot Publik, Gibran Akhirnya Mundur dari Jabatan
-
Makin Seru! Rayakan Sumpah Pemuda dengan Deretan Promo BRI