- Badan Gizi Nasional menutup 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Sampang karena tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah.
- Penutupan yang berlaku sejak Senin 1 Juni 2026 ini memengaruhi operasional dapur gizi di enam wilayah kecamatan Sampang.
- Pihak pengelola dapat kembali mengoperasikan unit layanan tersebut jika telah memenuhi persyaratan infrastruktur pengelolaan limbah yang diwajibkan pemerintah.
SuaraJatim.id - Sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, resmi dipaksa berhenti beroperasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Alasannya penutupan puluhan dapur gizi ini karena mereka mengabaikan kewajiban memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Keputusan pahit ini dituangkan dalam surat resmi Nomor: 2741/D.TWS/05/2026.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, menegaskan bahwa langkah penutupan SPPG ini bukanlah tindakan semena-mena. BGN dan Satgas MBG sebelumnya telah melayangkan teguran keras kepada para pengelola dapur tersebut.
"Sanksi penutupan ini adalah peringatan keras. Kami ingin semua pengelola tahu bahwa regulasi bukan untuk dimainkan. Teguran sudah diberikan, tapi karena tidak segera dipenuhi, BGN langsung mengambil tindakan tegas," ujar Sudarmanto, Senin (1/6/2026).
Penutupan ini melanda unit-unit layanan yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Sampang, Omben, Kedungdung, Robatal, Sokobanah, hingga Pangarengan.
Akibatnya, dari total 74 dapur MBG yang ada di Sampang, kini hanya tersisa 47 unit yang masih diperbolehkan mengepulkan asap dapurnya.
Meski pintu SPPG kini terkunci rapat, BGN masih memberikan kesempatan. Pihak otoritas menyatakan bahwa segel bisa dibuka kembali asalkan pihak pengelola menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki infrastruktur mereka, terutama soal pengelolaan limbah.
"SPPG yang ditutup bisa beroperasi lagi jika mereka segera berbenah dan memenuhi persyaratan pokok, terutama terkait IPAL. Jika standar itu terpenuhi, izin operasi akan dikembalikan," tambah Sudarmanto. (ANTARA)
Baca Juga: Tak Ada Jembatan: Pelajar Sampang Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Pendidikan
Berita Terkait
-
Tak Ada Jembatan: Pelajar Sampang Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Pendidikan
-
SPPG Kaliwates 7 Jember Ditutup Usai Belasan Siswa Tumbang Akibat Keracunan MBG
-
Tidak Digaji 4 Bulan, Kepala SPPG di Situbondo Mogok Kerja
-
Puluhan Siswa di Kediri Keracunan MBG, Operasional SPPG Tempurejo Dihentikan Sementara
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Didukung 42 PCNU Jatim, Kiai Kikin Tebuireng Resmi Ditugaskan Maju Calon Ketum PBNU
-
Kursi Kosong yang Memicu Amuk Dewan: Saat Sekda Sumenep Dihantam Mosi Tak Percaya
-
Terseret Skandal Nikah Siri dan Penelantaran Anak, Kursi Suwondo di DPRD Blitar Resmi Dicopot