- Sebanyak 69 siswa SDN di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan program gizi pada Rabu (22/4/2026).
- Dinas Kesehatan Kota Kediri mengonfirmasi temuan bakteri Escherichia coli akibat pelanggaran prosedur pengolahan makanan di dapur SPPG Tempurejo.
- Operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara sementara pihak kepolisian melakukan penyelidikan hukum atas insiden yang dialami para siswa tersebut.
SuaraJatim.id - Suasana ceria saat jam istirahat di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Niat hati memberikan asupan nutrisi terbaik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), puluhan siswa justru harus berjuang melawan mual, muntah, dan demam tinggi.
Hingga Jumat (24/4/2026), data mencatat sedikitnya 69 siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 menjadi korban dugaan keracunan massal.
Investigasi cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri akhirnya mengungkap "musuh tak kasat mata" di balik piring-piring makanan tersebut. Ditemukan bakteri Escherichia coli atau E coli.
Hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kota Kediri mengonfirmasi bahwa makanan yang dibagikan pada Rabu (22/4) itu tidak layak konsumsi. Temuan E. coli menjadi indikasi kuat adanya kontaminasi yang serius.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri E. coli. Ini adalah sinyal bahwa standar kelayakan makanan telah terabaikan,” tegas Ferry Djatmiko, Kepala Bappeda sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan MBG Kota Kediri.
Tak butuh waktu lama, Satgas langsung merangsek masuk ke jantung persoalan: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo. Di sana, tabir penyebab keracunan mulai terkuak.
Investigasi mendalam mengungkap fakta pahit. Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, mengakui adanya ketidaksesuaian prosedur yang fatal di dapur pengolahan.
“Kami menemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ungkap Armeityansyah.
Baca Juga: BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
Bukan hanya soal waktu masak, benteng pertahanan terakhir kualitas makanan, yakni uji organoleptik, ternyata sengaja dilewati.
Seharusnya, makanan diuji secara sensorik (rasa, bau, tekstur) dalam tiga tahap. Setelah dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima sekolah. Namun, di SPPG Tempurejo, rantai pengawasan itu terputus.
Akibat kecerobohan ini, operasional SPPG Tempurejo resmi dihentikan sementara. Seluruh distribusi makanan kini dialihkan ke titik lain demi memastikan program tetap berjalan tanpa mempertaruhkan nyawa siswa.
Di tengah kegaduhan ini, ada sedikit kabar lega. Ferry Djatmiko memastikan bahwa kondisi 69 siswa yang sempat tumbang kini mulai stabil.
“Kondisi anak-anak sudah membaik dan terkendali. Tidak ada yang perlu menjalani rawat inap. Puskesmas terus melakukan pemantauan proaktif,” tambahnya.
Namun, urusan tidak berhenti di meja medis. Pihak kepolisian mulai membidik penanggung jawab di balik insiden ini. Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menegaskan bahwa penyelidikan tengah berjalan.
Tag
Berita Terkait
-
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
-
Tak Hanya Tingkatkan Gizi Anak Sekolah, MBG Juga Dongkrak Penghasilan Pekerja Pabrik Tahu
-
Amarah Berujung Maut: Nenek di Kediri Menghajar Cucu dengan Kayu Hingga Tewas karena Ogah Makan
-
Dapur Kotor Hingga Koki Tak Terampil: Fakta Program MBG di Pamekasan Terbongkar
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas
-
Bentrok PSHT vs Ormas Maluku Satu Rasa di Surabaya, 3 Orang Terluka
-
Mantri BRI, Garda Terdepan Layanan Perbankan di Toraja Utara
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok