- Badan Gizi Nasional menutup dua unit SPPG di Pamekasan akibat sarana prasarana serta menu makanan tidak memenuhi standar.
- Inspeksi mendadak pada Rabu (22/4/2026) mengungkapkan pelanggaran fatal terkait fasilitas usang dan buruknya kualitas kebersihan proses penyajian makanan.
- Satgas MBG Pamekasan mengungkap sebanyak 45 dari 117 SPPG di wilayah tersebut dinyatakan bermasalah karena tidak sesuai standar operasional.
SuaraJatim.id - Niat mulia pemerintah untuk memerangi stunting dan memperbaiki gizi masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan justru menemui tembok besar. Alih-alih menjadi pusat kesehatan, beberapa titik pelayanan justru ditemukan jauh dari kata layak.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan paksa operasional dua unit SPPG, yakni SPPG Yayasan As-Salman dan SPPG Kemala Bhayangkari.
Langkah drastis ini diambil setelah tim pengawas menemukan realita lapangan yang mengkhawatirkan yakni adanya sarana prasarana yang jauh di bawah standar nasional.
Keputusan penutupan ini bukan tanpa alasan. Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif, mengungkapkan bahwa inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Pusat menemukan berbagai pelanggaran fatal.
Bukan hanya fasilitas yang usang, "nyawa" dari layanan ini, yaitu menu makanan, juga ditemukan bermasalah.
"BGN meminta agar kedua SPPG tersebut segera melakukan perbaikan total sesuai ketentuan. Jika sudah memenuhi standar, baru kemungkinan diizinkan beroperasi kembali," tegas Hariyanto, Rabu (22/4/2026).
Ternyata, masalah ini bukan sekadar kasus tunggal. Penutupan dua SPPG tersebut diduga hanyalah puncak dari gunung es.
Data mengejutkan dirilis oleh Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan, yang menyebutkan sebanyak 45 dari total 117 SPPG di wilayah tersebut menyandang status "bermasalah".
Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, membeberkan potret buram dapur-dapur gizi tersebut. Mulai dari kondisi tempat masak yang kotor, sirkulasi udara yang buruk, hingga pola penyajian makanan yang ceroboh dan tidak higienis.
Baca Juga: Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun
"Hasil pemantauan sepekan terakhir menunjukkan banyak dapur yang belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Kami sudah melayangkan teguran keras kepada para pengelola," ujar Sukriyanto. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun
-
Tak Hanya Tingkatkan Gizi Anak Sekolah, MBG Juga Dongkrak Penghasilan Pekerja Pabrik Tahu
-
Geger Tagar Pamekasan Viral: Polisi Buru Penyebar Video 4 Menit Pelajar SMP
-
Dapur Kotor Hingga Koki Tak Terampil: Fakta Program MBG di Pamekasan Terbongkar
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
-
Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun
-
Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya
-
Ijazah Jadi Tawanan: Siasat Culas Perusahaan di Madiun Gembok Masa Depan Buruh dengan Uang Tebusan
-
Sindikat Joki Profesional Terjaring di UTBK Unesa: Tanam Chip di Telinga Sampai Dokumen Palsu