- Herman Budianto asal Ponorogo ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza pada Mei 2026.
- Relawan sengaja membuang ponsel ke laut sebelum ditangkap untuk melindungi data aktivitas kemanusiaan dari penyalahgunaan pihak militer Israel.
- Keluarga mendesak pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomatik tegas guna menjamin keselamatan dan memulangkan Herman dari penahanan tersebut.
SuaraJatim.id - Herman Budianto, warga Ponorogo, Jawa Timur, merupakan salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan bersama koalisi internasional.
Herman tergabung dalam kapal Global Sumud Flotilla 2.0, sebuah misi berisiko tinggi yang membawa bantuan medis dan pangan untuk warga Palestina yang terkepung di Gaza.
Detik-detik sebelum komunikasi terputus total pada 19 Mei 2026, sebuah peristiwa dramatis terekam di layar ponsel keluarganya.
Melalui fitur Instagram Live, Herman sempat menunjukkan situasi di atas kapal. Namun, siaran itu janggal. Tidak ada suara, hanya visual yang memperlihatkan ketegangan saat armada militer Israel mulai membayangi kapal mereka.
Keluarga menduga, siaran bisu itu adalah pesan terakhir Herman agar dunia melihat apa yang sedang terjadi. Tak lama setelah itu, muncul informasi bahwa para relawan sengaja membuang telepon genggam mereka ke kedalaman laut.
Strategi ini diduga dilakukan agar data dan jejak aktivitas kemanusiaan mereka tidak disalahgunakan atau dilacak oleh pihak penahan.
"Sempat live di IG, tapi kemarin itu tidak ada suaranya. Kayaknya pas mau ditangkap sengaja live. Setelah itu HP dibuang ke laut untuk tidak meninggalkan jejak," ungkap adik kandung Herman, Diah Puspasari, Kamis (21/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Diah bercerita, keluarga awalnya tidak menyangka bahwa Herman akan terjun ke misi berbahaya tersebut. Herman memang sering ke luar negeri untuk urusan pekerjaan, namun kali ini ia hanya berpamitan secara singkat di grup WhatsApp keluarga saat sudah berada di Turki.
"Kami kaget, ternyata dari Turki beliau ikut rombongan itu (Flotilla). Beliau itu memang dari dulu aktivis, sejak SMP dan SMA. Orangnya santun, mandiri, bahkan kuliah pun biaya sendiri," kenang Diah.
Baca Juga: Kasur dan Tisu Jadi Saksi Bisu Kasus Asusila: Polisi Geledah Ponpes di Ponorogo
Bagi keluarga, keberangkatan Herman murni panggilan jiwa. Tidak ada bendera politik atau kepentingan negara di belakangnya.
"Keberangkatan mereka benar-benar karena kemanusiaan. Mereka ingin mengingatkan dunia bahwa Palestina belum merdeka," tambahnya.
Kini, rumah keluarga Herman di Ponorogo dipenuhi doa. Komunikasi yang terputus total membuat setiap detik terasa sangat panjang.
Mereka hanya bisa memantau perkembangan berita internasional sembari berharap pada ketegasan pemerintah Indonesia.
Harapan besar digantungkan pada pundak Kementerian Luar Negeri agar segera mengambil langkah diplomatik tingkat tinggi.
Keluarga meminta pemerintah menjamin keselamatan dan memulangkan Herman serta relawan WNI lainnya dari tangan militer Israel.
Berita Terkait
-
Kasur dan Tisu Jadi Saksi Bisu Kasus Asusila: Polisi Geledah Ponpes di Ponorogo
-
8 Jam KPK Geledah Kantor Diskes dan Disdik Ponorogo: Tiga Koper Disita, Satu ASN Dibawa Pergi
-
Kedok Pijat Refleksi: Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli 11 Santrinya
-
Pinjamkan Uang ke Bupati Ponorogo untuk Modal Pilkada, Pengusaha Ini Disambangi KPK
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik